BolaSkor.com - Premier League masih menjalankan tradisi Boxing Day. Pada edisi kali ini akan ada sejumlah laga menarik untuk ditonton.

Duel Leicester kontra Manchester United menjadi satu di antara yang paling menarik untuk ditonton. Kedua tim sedang berjuang di papan atas klasemen sementara. Andai menang, The Red Devils bisa memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sementara, Liverpool.

Selain itu, Arsenal akan kedatangan Chelsea. Pertandingan yang akan dihelat satu hari setelah Natal itu diprediksi menentukan nasib Mikel Arteta. Andai kalah, peluang sang manajer dipecat semakin membesar.

Baca juga:

Sederet Fakta Menarik Selepas Kekalahan Telak Arsenal dari Man City

Chelsea Jauh Lebih Kuat Tanpa Kai Havertz

Legenda Man United Ramal Mohamed Salah Akan Tinggalkan Liverpool

Boxing Day

Selain itu, ada sejumlah laga yang diprediksi akan seru. Wolverhampton Wanderers menjamu Tottenham Hotspur, Liverpool melawan West Brom, dan Manchester City kontra Everton.

Dalam sejarahnya, Boxing Day sudah dihelat sejak 1860. Dengan begitu, sudah ada ribuan pertandingan yang tersaji.

BolaSkor.com sudah mengumpulkan tujuh di antaranya yang layak berstatus pertandingan Boxing Day paling menarik sepanjang sejarah seperti di bawah ini:

Sheffield Wednesday 3-3 Manchester United, 1992

Eric Cantona


Sebelum Manchester United merajai Premier League, mereka tanpa gelar selama 26 tahun. Pada musim 1992-1993, Sir Alex Ferguson mulai membuka jalan ke arah juara.

Cerita bermula ketika Manchester United menghadapi Sheffield Wednesday di Hillsborough. Pertandingan itu penting dalam upaya The Red Devils meraih gelar juara.

Setelah satu jam pertandingan berjalan, Sheffield Wednesday memimpin dengan skor 3-0. Dengan waktu yang sempit, Brian McClair mencetak dua gol dalam tempo 13 menit. Gol tersebut membuat Manchester United melancarkan serangan dari seluruh penjuru.

Akhirnya, Eric Cantona muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol jelang akhir laga dan menghindarkan Manchester United dari kekalahan. Pertandingan itu menjadi fondasi penting bagi Man United di masa depan.

Coventry City 3-2 Arsenal, 1999

Robbie Keane

Arsenal menghadapi Coventry City dalam perlombaan meraih gelar bersama Manchester United. Coventry dengan cepat unggul dua gol sebelum babak pertama berakhir melalui Gary McAllister dan Mustapha Hadji.

Arsenal sempat memperkecil kedudukan menjadi 2-1 berkat aksi Freddie Ljungberg. Namun, gol Robbie Keane pada menit ke-71 membuat tuan rumah kembali memperlebar jarak.

Arsenal terus berusaha mencetak gol. Namun, pertahanan Converty bermain dengan apik. Akhirnya, Arsenal hanya bisa mencetak satu gol lagi empat menit jelang peluit panjang.

Kekalahan itu membuat Arsenal semakin terpuruk. Pada akhirnya, Manchester United memenangi kompetisi dengan unggul 18 poin dari Arsenal yang duduk di peringkat kedua.

Manchester United 4-3 Newcastle, 2012

Man United


Pertarungan sengit terjadi pada Boxing Day 2012. Ketika itu, Manchester United menjamu Newcastle United di Old Trafford.

Gol sudah tercipta pada menit ke-4. James Perch membawa Newcastle unggul 1-0.

Jonny Evans kemudian mencatatkan namanya di papan skor dua kali. Namun, satu untuk Manchester United dan satu lainnya untuk Newcastle. Ya, sang pemain mencetak gol bunuh diri. Uniknya, jarak antara kedua gol itu hanya tiga menit.

Patrice Evra mencetak gol pada menit ke-58 dan membawa Manchester United menyamakan kedudukan. Namun, 10 menit berselang, tim tamu kembali unggul melalui gol Papiss Cisse.

Tertinggal, Manchester United meningkatkan intensitas serangan. Robin van Persie mencatatakan namanya di papan skor pada menit ke-71.

Gol kemenangan Manchester United lahir pada menit ke-94. Michael Carrick memberikan umpan lambung yang diselesaikan Javier Hernandez.

Kemenangan tersebut membuka jalang bagi Manchester United meraih gelar ke-20. Sementara itu, Sir Alex Ferguson memenangi titel ke-13.

Chelsea 4-4 Aston Villa, 2007

Chelsea

Satu di antara pertandingan paling seru dalam sejarah Boxing Day adalah Chelsea melawan Aston Villa. Selain tercipta banyak gol, duel tersebut juga dihiasi dengan tiga kartu merah.

Shaun Maloney membawa Aston Villa unggul cepat 0-2. Kemudian, Chelsea memperkecil kedudukan menjadi 1-2 berkat gol penalti Andriy Shevchenko. Sebelumnya, Zat Knight yang melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti mendapatkan kartu merah.

Unggul jumlah pemain, Chelsea menyamakan kedudukan melalui gol kedua Shevchenko. Bahkan, The Blues berbalik unggul lewat gol Alex pada menit ke-66. Namun, Martin Laursen membuat Aston Villa menyamakan kedudukan 3-3.

Chelsea menghadapi situasi pelik usai Ricardo Carvalho diusir wasit ke luar lapangan 10 menit jelang bubaran. Pasukan Jose Mourinho bisa mengatasi situasi tersebut dan kembali unggul setelah Michael Ballack mendulang gol pada menit ke-88.

Sayangnya, keunggulan Chelsea tidak bertahan sampai akhir laga. Ashley Cole dinyatakan menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti. Sang pemain pun mendapatkan kartu merah. Gareth Barry yang ditunjuk sebagai algojo penalti menjalankan tugasnya dengan baik.

Dua poin yang hilang ternyata sangat krusial bagi Chelsea. Sebab, pada akhir kompetisi, The Blues terpaut dua angka dari Manchester United yang keluar sebagai juara.