BolaSkor.com - Liga 1 2021/2022 tengah memasuki pekan kedelapan. Kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia itu tengah memasuki seri kedua di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sedangkan Liga 2 2021 akan memasuki pekan kelima. Klub-klub Grup A sampai Grup D akan memainkan laga terakhirnya di putaran pertama babak penyisihan grup.

Meski begitu, kompetisi yang berjalan sesuai rencana masih ada catatan minus. Tak kecuali dari kepemimpinan wasit.

Baca Juga:

Tujuh Klub Liga 1 dan Tiga Pemain Dihukum Komdis PSSI

PSSI Tindak Lanjuti Kontroversi Wasit di 6 Laga, Termasuk Persija Vs Arema FC

Banyak wasit yang keliru membuat keputusan. Bahkan, keputusannya terbilang kontroversi dan aneh. PSSI melalui Komite Wasit harus menyelesaikan masalah ini.

Berikut BolaSkor.com rangkum keputusan kontroversi wasit di Liga 1 2021/2022 dan Liga 2 2021:

1. Borneo FC Vs Persita (2 Oktober di Stadion Pakansari)

Wasit Iwan Sukoco disorot dalam laga tersebut. Iwan Sukoco mengeluarkan kartu merah tidak langsung untuk pemain Persita Irsyad Maulana, yang dianggap melakukan diving di daerah pertahanan Borneo, pada menit ke-44.

Padahal, dalam tayangan ulang, Irsyad Maulana sejatinya benar-benar dilanggar. Nuriddin Davronov yang melakukan tekel pun mengisyaratkan bahwa dia benar melanggar Irsyad.

2. Arema FC Vs Persija Jakarta (17 Oktober di Stadion Manahan)

Laga Arema FC kontra Persija penuh kontroversi dari wasit Oki Dwi Putra. Ia tak memberikan hadiah penalti saat pemain Persija, Rio Fahmi dijatuhkan pemain Arema FC, Muhammad Rafli. Padahal dalam tayangan ulan, jelas M Rafli melangar Rio Fahmi dari belakang.

3. Arema FC Vs Persija Jakarta (17 Oktober di Stadion Manahan)

Oki Dwi Putra kembali melakukan kontroversi. Kali ini memberikan kartu merah kepada Kushedya Hari Yudo, karena dinilai diving. Padahal, striker andalan Timnas Indonesia benar dilanggar dan terjatuh saat duel dengan pemain Persija.

4. Arema FC Vs Persija Jakarta (17 Oktober di Stadion Manahan)

Tearkhir, Oki Dwi Putra menganulir gol Marko Simic. Entah apa yang ada dipikirannya, karena gol tersebut sah jika dilihat dalam tayangan ulang. Tidak ada pelanggaran dan offside yang terjadi.

PSIS Semarang
Selebrasi gol Jonathan Cantillana. (Media PSIS)

5. Kalteng Putra Vs PSBS Biak (6 Oktober di Stadion Tuah Pahoe)

Ada tendangan ke arah badan pemain Kalteng Putra. Namun, wasit Untung Santoso hanya memberikan kartu kuning. Padahal tendangan Kungfu pemain PSBS bisa berbahaya terhadap karier pemain lawan.

6. Rans Cilegon Vs Badak Lampung (19 Oktober di Stadion Madya)

Wasit Sepri Ario membuat keputusan kontroversi dengan memberikan penalti kepada Rans Cilegon FC, menganggap pemain Badak Lampung FC hanball. Padahal dalam tayangan ulang, pemain Badak Lampung FC sama sekali tak menyentuh bola dengan tangan.

7. Rans Cilegon Vs Badak Lampung (19 Oktober di Stadion Madya)

Dalam laga yang sama, kali ini asisten wasit satu Andika Satria Putra yang melakukan kontroversi. Ia menganggap pemain Badak Lampung FC offside. Padahal dalam tayangan ulang sangat jeleas pemain Badak Lampung FC onside.

8. PSIS Semarang Vs Barito Putera (20 Oktober di Stadion Sultan Agung Bantul)

Barito Putera hampir mendapat penalti, andai wasit Bachrul Ulum menganggap M Rio Saputro melanggar Bagas Kaffa di kotak penalti pada menit ke-13. Sayang, wasit tetap melanjutkan pertandingan, tanpa menunjuk titik putih.

Padahal dalam tayangan ulang sangat jelas Bagas Kaffa ditabrak Rio Saputro dari belakang. Lucunya lagi, wasit hanya memberi tendangan bebas, padahal pelanggaran di dalam kotak penalti. Lalu Rio Saputro bebas dari kartu.

9. KS Tiga Naga Vs PSMS Medan (7 Oktober di Stadion Sriwijaya Jakabaring)

Pemain KS Tiga Naga, Sholikul Amin terlihat jelas menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti. Wasit Ikhsan Prasetya Jati hanya memberi tendangan bebas untuk PSMS. Padahal jaraknya melihat handball dengan Sholikul Hanya beberapa langkah saja.