BolaSkor.com - Kelayakan Pep Guardiola sebagai salah satu pelatih terbaik di Eropa, bahkan dunia, tidak perlu diragukan lagi. CV Guardiola dalam meraih trofi sudah dibuktikannya selama 13 tahun menjalani karier kepelatihan.

Hebatnya lagi Guardiola meraihnya dengan permainan yang menghibur penonton melalui permainan ofensif dan konsisten melakukannya bertahun-tahun. Filosofi Guardiola bak kutub utara dan kutub selatan jika membandingkannya dengan koleganya, Jose Mourinho.

Barcelona, Bayern Munchen, dan kini dengan Manchester City, merasakan sentuhan emas Guardiola. Guardiola membawa kesuksesannya hingga ke Man City melalui raihan dua titel Premier League, satu Piala FA, dan dua Piala Liga. Pada musim 2017-18 Man City menjuarai Premier League dengan rekor 100 poin dengan permainan khas Guardiola.

Baca Juga:

Beda Nasib 4 Gelandang yang Pernah Dilatih Pep Guardiola dan Jose Mourinho

Copa del Rey 2009, Trofi Perdana Guardiola dan Hubungan Spesialnya dengan Athletic Bilbao

Pep Guardiola Hebat soal Taktik, Buruk dalam Mengatur Pemain

Meski begitu, tidak ada gading yang tak retak, Guardiola juga memiliki kekurangan sama seperti manusia atau pelatih lainnya. Dalam perjalanan kariernya, Guardiola pernah menjual pemain-pemain top ke klub lain karena bersitegang atau berselisih pendapat dengannya.

Memang, tidak semua pemain yang dijualnya pergi karena berselisih pendapat dengan Guardiola. Tapi, kepergian mereka cukup disayangkan. Siapa saja? Berikut penjabaran BolaSkor.com:

1. Yaya Toure

Pep Guardiola dan Yaya Toure

Cerita perselisihannya kepada Guardiola dalam beberapa musim terakhir ramai dibahas media. Nasib Yaya Toure terbilang apes karena dia sudah dua kali pergi meninggalkan klub gara-gara Guardiola. Satu dengan Barcelona pada 2010 dan satunya lagi tahun ini dengan Man City.

"Kapan pun saya bertanya kepadanya suatu hal, dia selalu memberikan jawaban yang aneh. Dia sangat sering mengabaikan saya sampai tawaran City datang. Itulah kenapa pada akhirnya saya pergi. Saya tidak berbicara kepada Guardiola selama setahun," tutur Toure ketika meninggalkan Barcelona.

Nasibnya pun tidak berbeda di City. Jarang dimainkan selama dua musim terakhir, gelandang Pantai Gading berusia 37 tahun memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dan berstatus free agent pada 2018. Ibarat burung lepas dari sangkar emas, Toure langsung mengeluarkan unek-unek terbarunya tentang Guardiola.

Toure 'menyemprot' Guardiola yang dituding bersikap rasial kepada pemain-pemain asal Afrika. Tudingan Toure itu jelas dibantah langsung oleh Guardiola. Kini Toure memperkuat Qingdao Huanghai setelah bermain di Olympiacos.

2. Samuel Eto'o

Samuel Eto'o dan Pep Guardiola

Nama Samuel Eto'o akan selalu ada dalam sejarah sepak bola Barcelona. Dia salah satu striker terbaik klub yang pernah meraih sukses tiga titel LaLiga dan dua Liga Champions dengan Barcelona. Selama empat musim pertamanya dengan Barcelona, Eto'o total mencetak 94 gol dari 147 laga yang telah dimainkannya.

Pada musim terakhirnya dengan Barcelona (musim 2008-09), Eto'o mulai tidak nyaman dengan kedatangan Guardiola. Semusim bersama Guardiola, striker asal Kamerun memang mencetak total 36 gol di seluruh kompetisi, tapi, dia tetap dijual ke Inter Milan dengan banderol 46 juta euro plus skema pertukaran pemain yang melibatkan Zlatan Ibrahimovic.

Konon katanya, menurut Tim Hanlon, penulis buku "A Catalan Dream", Eto'o dijual Barcelona karena hubungannya tidak baik dengan Guardiola. "Guardiola dan Eto'o tidak pernah memiliki hubungan khusus yang bagus karena Pep tidak suka karakternya, dan itulah alasan mengapa dia dijual," terang Hanlon.

3. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic dan Pep Guardiola

Di kala Eto'o pergi dan menjadi bagian sejarah treble winnners Inter pada 2010, Barcelona justru kesulitan mengoptimalkan keberadaan Ibrahimovic yang datang menggantikan Eto'o. Karakter bermainnya tidak sesuai dengan filosofi sepak bola Guardiola. Terlebih, keduanya tidak akur.

Ibra sampai pernah memarkir mobilnya di tempat parkir khusus Guardiola atas instruksi agennya, Mino Raiola - yang tidak pernah menyukai sosok Guardiola. Bahkan dalam buku autobiografinya, Ibra menyebut Guardiola sebagai sosok yang menganakemaskan Lionel Messi.

Guardiola pun tanpa tedeng aling-aling mencadangkan Ibrahimovic. Ibra Frustrasi. Pada akhirnya, Barca meminjamkan Ibrahimovic ke AC Milan pada musim 2010-11 dan Rossoneri mengaktifkan klausul pembelian seharga 24 juta euro. Bertambah lagi daftar pemain top yang pernah dijual Guardiola.

4. Mario Mandzukic

Pep Guardiola dan Mario Mandzukic

Kedatangan Guardiola ke Bayern pada tahun 2013 mengusik kenyamanan striker asal Kroasia, Mario Mandzukic. Gaya bermainnya tidak sesuai dengan kriteria striker yang diinginkan Guardiola. Pun demikian pemikiran Mandzukic.

Kendati di akhir musim 2013-14 Mandzukic total mencetak 26 gol dan menjadi top skor Bayern, Guardiola tetap memasukkannya ke daftar jual pemain, setelah mencadangkannya di final DFB-Pokal. Mandzukic pun ingin hengkang dan permintaan transfernya itu dikabulkan petinggi klub. Mandzukic hengkang ke Atletico Madrid dengan mahar transfer yang dirahasiakan.

5. Toni Kroos

Pep Guardiola dan Toni Kroos

Pencurian terbaik abad ini sebelum Mohamed Salah datang ke Liverpool seharga 50 juta euro di pada 2017. Toni Kroos dibeli Real Madrid dari Bayern sebesar 25 juta euro pada 2014. Tidak lama setelah dia membantu Jerman menjuarai Piala Dunia.

Madrid memanfaatkan dengan baik situasi yang dialami Kroos dengan Bayern saat itu. Kroos menolak tawaran perpanjangan kontrak yang diberikan Bayern, lalu Bayern (kabarnya) bertanya kepada Guardiola untuk membuat keputusan.

Guardiola memilih untuk tetap mengandalkan Mario Gotze dan Thiago Alcantara. Alhasil, Kroos dijual ke Madrid dan saat ini menjadi gelandang terbaik dunia.