BolaSkor.com - Keputusan mengejutkan diambil Perbasi. Induk organisasi basket tertinggi Indonesia itu memberi sanksi kepada Abraham Damar Grahita, Jumat (21/2).

Pebasket asal Bangka tersebut dianggap berbuat tidak elok saat sesi konferensi pers setelah laga melawan Korea Selatan pada Kualifikasi FIBA Asia 2021, Kamis (20/2). Abraham dicoret dari tim akibat aksinya tersebut.

“Timnas mengambil tindakan untuk memberikan pelajaran sekaligus teguran atas sikap Abraham yang kurang elok itu. Kami mencoret Abraham dari Tim Nasional mulai hari ini sampai kurun waktu yang belum ditentukan. Kami menunggu sanksi dari PP Perbasi kepada Abraham Damar,” ucap manajer Timnas Basket Indonesia, Maulana Tamrela.

“Menjadi pemain nasional adalah achievement tertinggi dari seorang pebasket di Indonesia. Sebisa mungkin para pemain yang berkesempatan menjadi pemain nasional menjaga sikap di tempat umum dan di depan event internasional yang membawa nama bangsa,” imbuhnya.

Langkah Perbasi mencoret Abraham mendapat kecaman dari pecinta basket Indonesia. Terlebih, Abraham merupakan pemain paling bersinar di pertandingan menghadapi Korea Selatan dengan raihan 25 poin.

Perbasi dianggap tidak adil terhadap Abraham. Sebelumnya, beberapa pemain seperti Arki Dikania Wisnu, Lester Prosper, dan Brandon Jawato sempat mengeluh di media sosial terkait porsi latihan dari pelatih Rajko Toroman.

Dalam kasus tersebut, Perbasi hanya memberi teguran. Sementara untuk Abraham, Perbasi langsung mengambil sikap tegas.

Perilaku tidak elok yang dimasalahkan Perbasi adalah gestur Abraham saat sesi konferensi pers. Pemain Stapac Jakarta itu memberi mimik kurang menyenangkan saat pelatih memberikan komentar.

Jika ditarik benang merah, ekspresi Abraham merupakan bentuk dari buruknya manajemen komunikasi di tim nasional basket Indonesia.

Baca Juga:

Srikandi Cup 2020: Merpati Bali Sapu Bersih, Sahabat Semarang Balas Kekalahan

Srikandi Cup 2020: Menang Atas Sahabat Semarang, Merpati Bali Masih Butuh Konsistensi

Arki, Lester, dan Brandon menjadi whistleblower. Ketiga pemain tersebut menyuarakan masalah yang ada di tim. Akan tetapi, manajemen tidak mengambil tindakan.

“Aksi Arki, Lester, dan Brandon merupakan prodrome atau gejala krisis komunikasi. Dengan kata lain, manajemen tim nasional basket Indonesia gagal menangkap isu yang ada,” ujar praktisi komunikasi, Bima Marzuki, kepada BolaSkor.com.

Krisis yang dibiarkan itu kemudian menjadi bom waktu dan meledak di Abraham pada momen yang tidak tepat.

Mantan manajer tim nasional basket putri Indonesia, Augie Fantinus, menyadari masalah yang sama. Dalam unggahannya di Instagram, Augie tidak setuju dengan sanksi yang diberikan Perbasi.

“Komunikasi merupakan hal penting dalam membangun sebuah perusahaan, organisasi, atau tim basket. Apakah komunikasi berjalan dengan baik di timnas maupun organisasinya?” tulis Augie di Instagram pribadi miliknya.

“Saya tahu ini keputusan manajemen, tetapi ini tidak bijaksana.”