BolaSkor.com - Sosok Lionel Messi dan Neymar nampak menjadi jualan utama dalam kampanye pemilihan presiden Barcelona yang baru. Kedua pemain tersebut memang diinginkan banyak penggemar untuk bersatu kembali di Camp Nou.

Xavi Vilajoana yang maju sebagai salah satu kandidat presiden Barcelona sadar akan isu ini. Namun ia tahu menyatukan kedua megabintang tersebut dalam satu tim merupakan hal yang sulit.

Maka dari itu, Vilajoana akan fokus mempertahankan Messi andai nanti terpilih. Sementara memulangkan Neymar tidak masuk dalam prioritasnya.

Baca Juga:

Terancam Kehilangan Messi, LaLiga Iri dengan Premier League dan Serie A

Rencana Besar Manchester City jika Sukses Rekrut Lionel Messi

5 Solusi Krisis Bek Tengah Barcelona

Xavi Vilajoana

"Barcelona harus fokus pada para pemain yang dimilikinya dan terus mempromosikan anak-anak akademi, yang sangat bagus. Jadi kami tidak mempertimbangkan transfer Neymar dalam hal apapun," kata Vilajoana dilansir dari Goal.

Meski begitu, rencana Vilajoana mempertahankan Messi akan sangat sulit untuk dilakukan. Sebagai mantan direktur klub era Josep Maria Bartomeu, ia tentu sudah tahu betapa buruknya hubungan La Pulga dengan manajemen.

Namun Vilajoana sudah menyiapkan rencana khusus untuk membujuk Messi agar mau bertahan. Ia yakin sang kapten akan memperpanjang masa baktinya di Barcelona.

“Hal pertama adalah mendengarkan dia (Messi) karena tidak berguna bagi saya untuk diberitahu bahwa dia sedang berbicara dengan orang lain. Saya suka berbicara dengan orang-orang karena jika kita tidak berbicara maka anda mendapatkan spekulasi dan tidak ada yang dapat diputuskan berdasarkan hal itu," tambahnya.

"Jika saya adalah presiden Barcelona, saya akan berbicara dengan Messi secara terbuka dan jujur, memikirkan yang terbaik untuk klub."

Memperpanjang kontrak Messi memang lebih realistis bagi Barcelona ketimbang memulangkan Neymar. Hal ini akan lebih menghemat pengeluaran Blaugrana.

Sementara andai memaksa untuk memulangkan Neymar, Barcelona harus menyiapkan dana yang tak sedikit untuk menebusnya dari Paris Saint-Germain. Hal itu belum ditambah dengan gaji tinggi yang diminta pemain berkebangsaan Brasil tersebut.

Pemilihan Presiden Barcelona dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari tahun depan. Selain Vilajoana, sejumlah nama lain juga ikut bersaing memperebutkan kursi nomor satu di klub Catalunya tersebut.