BolaSkor.com - Mantan penggawa AC Milan, Clarence Seedorf, menjelaskan mengapa Jose Mourinho harus berterima kasih kepada Il Diavolo Rosso setelah meraih trofi Liga Champions 2003- 2004 bersama FC Porto. Seedorf menyebut Mourinho beruntung tidak bertemu dengan Milan di semifinal.

Nama Jose Mourinho mulai diperhitungkan sebagai satu di antara pelatih jempolan di Eropa setelah membawa FC Porto menjuarai Liga Champions 2003-2004. Ketika itu, pada babak semifinal Porto mengalahkan Deportivo La Coruna yang sebelumnya mendepak AC Milan dengan agregat 4-0.

Clarence Seedorf yang membela Rossoneri pada saat itu menilai timnya akan mengalahkan Porto-nya Mourinho andai bisa melaju ke babak semi final. Bahkan, pria yang kini menjadi pelatih Deportivo tersebut sesumbar jika Milan bisa meraih treble.

"Kekalahan terburuk dalam karier saya? ketika AC Milan kalah 4-0 dari Deportivo. Itu adalah pertandingan terburuk dalam karier saya. Bahkan, lebih buruk dari kekalahan di final Liga Champions dari Liverpool di Istanbul," kata Seedorf seperti dinukil dari Soccerway.

"Mourinho masih belum berterima kasih kepada kami karena menjadi pelati hebat. Sebab, pada saat itu, Milan sangan luar biasa," timpal pemain yang pernah membela Inter Milan tersebut.

"Ketika saya masuk ke Riazor, ada beberapa foto ketika mereka mencetak gol di gawang Milan pada malam itu. Saya menyadari betapa pentingnya pertandingan malam itu bagi para suporter di sini. Milan adalah tim kuat dan seharusnya meraih treble musim itu."

Clarence Seedorf adalah pemain jebolan dari akademi Ajax Amsterdam. Pada musim 2002-2003, pria asal Belanda itu memilih hengkang dari Inter ke Milan. Selama membela panji Milan, Seedorf meraih 10 gelar termasuk dua trofi Liga Champions.