BolaSkor.com - Inggris mengawali Piala Eropa 2020 dengan baik ketika mereka mengalahkan Kroasia, lawan yang tiga tahun lalu membuyarkan harapan mereka pada Piala Dunia. Namun, euforia Inggris tidak lama. Mereka dipaksa kembali ke bumi setelah bermain imbang tanpa gol dengan Skotlandia.

Pasukan Gareth Southgate tersendat dengan hasil imbang tanpa gol melawan Skotlandia. gagal menang sejatinya tidak masalah jika pasukan Tiga Singa memperlihatkan performa apik. Akan tetapi kenyataannya tidak. The Three Lions hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran. Mantan pemain sayap Inggris Chris Waddle mengatakan, pada laga melawan Skotlandia Inggris kekurangan ide di sepertiga akhir lapangan.

Usai laga, kapten Harry Kane mengatakan saat ini Inggris sudah satu langkah lebih dekat ke 17 besar. Pernyataan yang sama sekali tidak salah. Tetapi bukankah hasil imbang dengan Skotlandia bisa dikatakan sebagai langkah mundur, terutama dalam sebuah turnamen saat performa sebuah tim diharapkan terus menanjak hingga ke puncak?

Baca Juga:

Bintang Laga Inggris Vs Skotlandia: Billy Gilmour

Alasan Harry Kane Memble pada Duel Kontra Kroasia

Performa minor Inggris saat laga melawan Skotlandia tentu tidak lepas dari Kane. Pemain yang diandalkan sebagai lumbung gol ternyata masih belum menemukan bentuknya.

Kane adalah kapten dan jimat Inggris. Dia memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia 2018 dan menuju ke turnamen dengan modal sebagai pencatat gol dan assist terbanyak di Premier League.

Tetapi awal yang sulit di Piala Eropa 2020 berlanjut melawan Skotlandia. Sebagai penyerang utama. Kane hanya berhasil 19 kali menyentuh bola sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-74.

“Pertandingannya intens dan Anda memiliki kaki yang segar untuk dimainkan,” jelas Southgate soal pergantian Kane. "Kami memiliki skuad dan harus menggunakannya. Kami menarik kapten Harry Kane, tetapi ada pemain di bangku cadangan, kami harus menggunakannya."

Terkuras, Taktik, atau Tekanan?

Publik Inggris mulai was-was melihat performa Kane. Tidak sedikit yang menyebut Kane sudah kehabisan bensin setelah menjalani musim yang padat.

"Kaki Harry Kane terlihat letih. Dia tidak bisa mengikuti kecepatan permainan. Dia selalu terlambat," kata Roy Keane dikutip dari Sky Sports. "Jika Inggris ingin bersaing dalam kompetisi ini, mereka akan membutuhkan pemain bintang mereka untuk tampil. Saya senang Southgate menariknya keluar. Kane adalah masalah besar."

"Dia tidak terlihat segar. Ini seperti kerja keras baginya," kata Chris Waddle dikutp dari BBC. "Dia tidak bisa masuk ke dalam kotak. Dia terlihat seperti menjalani musim yang panjang dan sulit."

Sistem permainan yang diterapkan Southgate juga tidak ketinggalan disangkutkan dengan memblenya Kane. Sepanjang musim lalu bersama Tottenham Hotspur, Kane acap bermain agak ke dalam. Karenanya dia juga menjadi kolektor assist, yang biasanya diselesaikan oleh Son Heung-min.

Bersama Inggris, Kane adalah penyerang tengah dan terlihat canggung karena jarang sekali bola yang diarahkan kepadanya. Ya, Kane terisolasi di depan. Dia tak lagi berada di belakang bola seperti saat di Tottenham.

"Skotlandia menerapkan rencana permainan mereka dengan baik. Mereka meniadakan Harry Kane. Dia adalah pemain kelas dunia dan kami perlu mengarahkan bola kepadanya untuk mencetak gol," ujar gelandang Inggris Declan Rice.

"Pada saat dia turun untuk mengambil bola, saya merasa kami perlu membuatnya bermain lebih tinggi di lapangan."

Selain keletihan dan taktik, ada pula yang menyebut media Inggris ikut berperan atas performa biasa-biasa saja Kane. Karena itu Wilshere mengatakan para pemain tidak boleh terlalu memperhatikan apa yang dikatakan pers dan media sosial.

"Itulah dunia tempat kita hidup. Mereka akan membaca komentar negatif. Saya cukup yakin Harry Kane tidak akan membiarkan hal itu memengaruhinya dan dia akan mencoba untuk bangkit, tetapi saya merasa tim di sekitar dia juga perlu ditingkatkan," ujar Wilshere.


Inggris Tetap Butuh Kane

Tidak ada yang memungkiri kualitas Harry Kane. Sebagai pencetak gol sejati dan kapten tim, keberadaan Kane dibutuhkan Inggris. Di luar semua itu, Kane adalah pemain kelas dunia yang sekejap mata bisa mengubah keadaan.

"Tidak cemas sama sekali. Buat saya dia adalah striker terbaik di dunia. Dia adalah bagian terpenting dalam tim. Jadi terlepas ada dalam kondisi terbaik atau tidak, dia krusial bagi kami," ujar Luke Shaw.

"Kami membutuhkan dia terlepas performanya sesuai ekspektasi publik atau tidak. Dalam sebuah turnamen sudah sering terjadi. Anda bisa mencetak gol di tiap momen dan pemain seperti Kane bisa melakukannya. Dia penting tak hanya dalam lapangan, tapi juga luar lapangan."

Saat ini Inggris duduk di urutan kedua Grup D dengan empat poin setelah dua pertandingan dan akan menghadapi Republik Ceko, yang unggul selisih gol, pada pertandingan terakhir.

"Kami terlalu panik dan tidak sabar di area yang tepat di lapangan," kata Southgate kepada BBC Sport. “Kami ingin pergi ke sana dan menang dan lolos. Kami tetap positif. Ini adalah turnamen sepak bola dan Anda tidak bisa memenangkan semuanya. Kami hanya perlu tetap positif dan siap menghadapi laga nanti," ujar Southgate.

Publik Inggris tentu berharap Kane keluar dari tekanan. Jikapun masih belum menetak gol, paling tidak dia tidak lagi menghilang di atas lapangan, seperti pada dua laga lalu.