BolaSkor.com - Performa buruk Marcus Rashford bersama Manchester United sepanjang musim 2021-2022 menimbulkan tanda tanya besar. Ada apa dengan pemain berusia 24 tahun tersebut?

Hingga separuh musim ini berjalan, Rashford baru mencetak tiga gol dan satu assist dengan seragam Manchester United. Pada periode yang sama tahun lalu, ia mampu membukukan 13 gol dan enam assist.

Menurunnya produktivitas Rashford memang dipengaruhi jumlah pertandingan yang lebih sedikit. Produk akademi Manchester United itu harus absen pada awal musim karena menjalani pemulihan pasca operasi bahu.

Rashford baru tampil ketika Premier League memasuki pekan kedelapan. Ia menandai debutnya dengan sebuah gol ke gawang Leicester City.

Baca Juga:

Misi Sulit Barcelona Rekrut Marcus Rashford

Performa Rashford Bikin Rangnick Bingung

Rashford Bantah Merajuk dan Tak Bahagia dengan Rangnick di Man United

Pada laga selanjutnya, Rashford kembali mencetak gol saat Manchester United mengalahkan Atalanta pada ajang Liga Champions. Kesuksesan ini tentu menambah rasa percaya dirinya.

Namun yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan. Rashford gagal tampil konsisten di level tertinggi.

Sejak membobol gawang Atalanta, Rashford hanya bisa mencetak satu gol tambahan. Ia juga mulai jarang tampil sepanjang 90 menit.

Pergantian manajer dari Ole Gunnar Solskjaer ke Ralf Rangnick tak membuat nasib Rashford membaik. Performanya justru semakin tak konsisten.

Terbaru, Rashford dihujani kritik karena tampil buruk kontra Aston Villa pada ajang Piala FA. Padahal sebelumnya ia sudah berjanji untuk tampil lebih baik.

Rangnick sendiri mengaku terkejut dengan penampilan Rashford. Ia menilai performa sang pemain jauh di bawah standar.

"Selama latihan saya tidak melihat ada masalah sama sekali. Itulah alasan saya menempatkannya sebagai starter," kata Rangnick usai laga.

Pernyataan Rangnick tersebut tentu sulit dipercaya. Bagaimana bisa seorang pemain yang tampil bagus saat latihan seolah berubah menjadi sosok lain dalam pertandingan.

Hal ini semakin menegaskan masalah utama Rashford adalah mental. Namun belum diketahui penyebab utamanya.

Sejumlah spekulasi pun muncul ke permukaan terkait penyebab menurunnya performa Rashford. Ada yang menilai hal ini wajar karena dirinya baru pulih dari cedera.

Pergantian manajer dan taktik juga menambah beban pikiran Rashford. Apalagi statusnya kini menjadi salah satu andalan di lini depan.

Tak sedikit yang menilai konsentrasi Rashford di lapangan terpecah karena perannya dalam kegiatan sosial. Ia bahkan sampai dianugerahi gelar bangsawan oleh Kerajaan Inggris berkat kontribusinya di bidang tersebut.

Tuduhan ini sebenarnya sudah pernah dibantah Rashford. Ia sudah membentuk sebuah tim untuk menangani urusan sosial tersebut.

Kegagalan di Piala Eropa

Ada momen lain yang dianggap turut membuat mental Rashford bermasalah. Hal yang dimaksud adalah kegagalannya mengeksekusi penalti kontra Italia pada final Piala Eropa 2020.

Kegagalan tersebut membuat Rashford sempat dihujat masyarakat Inggris. Ia pasti juga terpukul karena menjadi penyebab kegagalan timnya meraih gelar juara.

Rashford memang seperti kehilangan rasa percaya dirinya pasca momen buruk tersebut. Itu bisa terlihat jelas dari tatapan matanya saat bertanding.

Rangnick dan orang-orang di Manchester United harus mencari solusi dari masalah ini. Biar bagaimanapun, Rashford merupakan salah satu aset jangka panjang klub.

Tentu menyedihkan jika akhirnya Rashford gagal bangkit dan terus terpuruk. Bukan tidak mungkin ia bisa bernasib seperti Jack Grealish yang layu sebelum berkembang.