BolaSkor.com - AC Milan masih memiliki kans menunaikan target berlaga di kompetisi Eropa. Namun, untuk mencapai impian tersebut, Rossoneri perlu mendandani diri.

AC Milan perlu memanfaatkan sebaik mungkin jeda kompetisi di Italia. Milan memiliki banyak waktu untuk menyetel ulang segala hal agar kondisi para pemain kembali siap tempur.

Satu hal yang perlu diubah adalah mengenai masalah mental. Para pemain Milan jarang yang memiliki mental juara. Selain Zlatan Ibrahimovic, sulit menemukan pemain lainnya yang punya mental pemenang.

Sebagai contoh, ketika menghadapi Inter Milan pada derby della Madonnina, AC Milan tak berdaya untuk bangkit dari situasi sulit. Padahal, sebelumnya mereka unggul dua gol terlebih dahulu.

Kondisi tersebut membuktikan para pemain Milan kerap kalah pada keadaan. Mereka juga tak bisa keluar dari tekanan pertandingan penting. Mengingat posisi saat ini, tentu seluruh laga tersisa akan terasa bak final bagi Milan.

Baca Juga:

Eks Pemilik AC Milan Berambisi Boyong Kaka, Ibrahimovic, dan Balotelli ke AC Monza

Juni 2020 Jadi Bulan Menentukan untuk Masa Depan Zlatan Ibrahimovic

Pemilik AC Milan Ungkap Strategi di Bursa Transfer

Zlatan Ibrahimovic

AC Milan juga perlu mengurai benang kusut di dalam tim. Il Diavolo Rosso memiliki sejumlah masalah internal yang perlu dipecahkan.

Satu yang paling penting adalah menyiramkan air pada perselisihan di kubu manajemen. Kabarnya, Ivan Gazidis dan Paolo Maldini adalah dua kutub yang tak pernah bertemu. Keduanya punya pemikiran berbeda dalam membangun AC Milan.

Selain itu, Milan juga perlu menyelesaikan masalah masa depan Zlatan Ibrahimovic. Jika tidak, ketajaman di lini depan bisa berpengaruh.

Sejauh ini, Ibra adalah pemain paling berbahaya yang dimiliki AC Milan. Namun, mantan penggawa Barcelona itu dikabarkan tak akan diperpanjang kontraknya. Milan digosipkan ingin mencari penyerang muda dan punya potensi besar untuk berkembang.

Namun, tak semua petinggi setuju dengan langkah tersebut. Kabarnya, Maldini adalah orang yang ingin mempertahankan Ibrahimovic pada skuat musim depan. Maldini ingin Milan memperpanjang kontrak Ibra setidaknya satu musim lagi.

Jika masalah tersebut tidak selesai, dampaknya bisa terasa ke performa tim. Apalagi, Ibra adalah satu di antara aktor paling penting di dalam tim.

AC Milan juga perlu beradaptasi dengan new normal di Serie A. Selain beberapa protokol kesehatan, kompetisi juga akan padat.

Untuk itu, Stefano Pioli perlu mencari formula terbaik dalam melakukan rotasi. Pioli wajib menemukan cara untuk mengatur pergantian pemain, namun tetap meraih hasil maksimal.

Jika dipaksakan menggunakan pemain yang sama, badai cedera bisa datang. Selain itu, tenaga para pemain di setiap laga akan terkuras.

Dari sisi dalam lapangan, Milan perlu memperkuat lini belakang. Selama ini, pertahanan Milan mudah ditembus para penggawa lawan.

Dari 26 pertandingan, Milan sudah kebobolan 34 gol. Jumlah tersebut menjadikan Milan sebagai satu di antara tim yang paling sering kebobolan pada posisi 10 besar.

Masalahnya, Milan tak banyak memiliki pemain belakang mumpuni. Selain Alessio Romagnoli dan Theo Hernandez, pemain bertahan lainnya tidak ada yang cemerlang.

Dengan situasi saat ini, Milan harus mencari komposisi terbaik, termasuk menemukan teman duet terbaik bagi Romagnoli.

Kini, AC Milan perlu bergegas memperbaiki diri agar pada akhir musim meraih prestasi. Rossoneri wajib memoles diri untuk menjadi yang terdepan, bukan bulan-bulanan.