Jenewa- Leg pertama laga babak 32 besar antara Dynamo Kyev kontra Valencia, yang seyogyanya akan digelar di stadion Valeriy Lobanovskyi Dinamo pada hari Jumat (21/2) dini hari WIB terpaksa dipindahkan ke stadion GSP di kota Nicosia, Siprus. Ini disebabkan karena situasi politik di Ukraina yang sedang memanas selama beberapa minggu terakhir akibat demonstrasi dan protes dari para warga yang berunjuk rasa soal situasi politik di negara Ukraina. Situasi ini ditambah dengan deklarasi dari Presiden Ukraina, Viktor Yanukovich telah menyatakan sebagai hari Kamis sebagai hari berduka nasional Ukraina setelah 26 warga sipil tewas dalam insiden kekerasan terakhir antara warga sipil dengan personil militer Ukraina dalam sebuah unjuk rasa, seerti yang dilansir oleh Kementrian Kesehatan Ukraina. Valencia sendiri tidak keberatan dengan pemindahan ini, seperti yang dinyatakan oleh presiden klub Valencia, Amadeo Salvo. Menurut Salvo, ini adalah solusi terbaik untuk tiga pihak yang terlibat, yakni UEFA, Dynamo Kiev, dan Valencia. "Bermain di Kiev akan menjadi sesuatu yang rumit. Mereka [Dynamo Kiev] memang telah menjamin keselamatan kami, tetapi akan banyak kejadian tak terduga yang bisa terjadi yang tidak bisa dikendalikan, dan hal terbaik adalah bermain di tempat netral." ujar Salvo seperti dilansir oleh UEFA.com. Menurut Salvo, tidak masalah bermain di tempat netral selama pertandingan tidak mengalami perubahan jadwal pertandingan karena perubahan jadwal pertandingan tentu akan mengganggu kalender pertandingan Valencia di La Liga Spanyol.