BolaSkor.com - Pelatih timnas Thailand, Akira Nishino puji penampilan Supachok Sarachat yang berhasil mencetak dua gol ke gawang Timnas Indonesia.

Timnas Thailand menang 3-0 atas Timnas Indonesia, pada pertandingan kedua Grup G, putaran kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Selasa (10/9). Supachok mencetak dua gol (55' dan 73'). Satu gol lainnya dilesakkan oleh Theerathon Bunmathan melalui titik penalti pada menit ke-65.

Tidak hanya dalam urusan mencetak gol, Akira Nishino juga menilai Supachok Sarachat bisa membuktikan penampilannya, usai dikritik pada pertandingan pertama.

Tak hanya Supachok, Akira Nishino juga memuji Supachai Chaided dan Chanathip Songkrasin. Menurut pelatih asal Jepang tersebut, pemain senior ini bisa melakukan improvisasi yang berhasil membuat tim menjadi lebih baik. Apalagi, Supachai Chaided merupakan satu-satunya striker yang dibawa Thailand dalam laga kali ini.

Baca Juga:

Ada Teriakan Simon Out, Simon McMenemy: Saya Masih Pantas Tangani Timnas Indonesia

Kalahkan Timnas Indonesia, Akira Nishino Merasa Pemainnya Bisa Mengatasi Tekanan Suporter Tuan Rumah

"Hari ini kami pakai striker satu dan tiga pemain muda di belakang Supachai. Saya senang dengan pemain tiga pemain itu tertutama Supachok yang sebelumnya dapat penilaian negatif, hari ini dia bisa cetak dua gol," kata Akira Nishino pada saat konfrensi pers di SUGBK.

"Saya juga sangat senang dengan Chanathip (Songkrasin), dia pemain senior yang bagus buat contoh pemain muda. Selain itu, ia berhasil memberikan improve yang baik pada pertandingan ini," tambahnya.

Dengan kemenangan pada laga ini, timnas Thailand berada di puncak klasemen sementara Grup G babak kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023. Dari dua pertandingan, Gajah Perang berhasil meraih 4 poin dari satu kali kemenangan dan satu kali imbang.

Sementara Timnas Indonesia berada di juru kunci Grup G. Dari dua pertandingan yang sudah dimainkan di kandang, Skuat Garuda belum meraih kemenangan satu kali pun.

Reporter Hadi Febriansyah