BolaSkor.com - Jeda internasional November telah berakhir. Meski begitu ada satu momen menarik pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa antara Spanyol melawan Swedia, pada 15 November lalu.

Pertandingan dimenangi Spanyol di Estadio de La Cartuja dari gol tunggal Alvaro Morata di menit 86. Spanyol, tipikal gaya main mereka, mendominasi dengan 73 persen penguasaan bola serta 12 percobaan tendangan dan empat tepat sasaran.

Swedia meski diperkuat Zlatan Ibrahimovic tak mampu melepaskan satu pun tendangan tepat sasaran. Swedia pun harus melalui fase play-off untuk bermain di Piala Dunia 2022 yang dihelat di Qatar.

Pada laga itu ada momen ketika Ibrahimovic menyikut bek Spanyol dan juga kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta hingga menerima kartu kuning dan absen di leg pertama play-off Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Baca Juga:

Tampil Gemilang Kontra Milan, Dusan Vlahovic Tapaki Jejak Ibrahimovic

Saran Zlatan Ibrahimovic untuk Karier Kylian Mbappe

10 Pemain Manchester United yang Pernah Berkarier di Italia

Momen kala Ibrahimovic menyikut Azpilicueta

Ibrahimovic angkat bicara soal itu dan mengakui ia memang sengaja melakukan hal tersebut. Ibra tak mau mengaku salah dan menuturkan alasan melakukannya, karena rekan setimnya 'diusili' oleh Azpilicueta.

"Tempo hari di tim nasional, saya menekel kepada (Azpilicueta). Saya melakukannya dengan sengaja," ucap Ibrahimovic kepada The Guardian.

"Saya tidak malu mengatakannya karena dia melakukan sesuatu yang bodoh pada pemain saya. Bersikap besar kepada pemain saya."

"Itu adalah hal yang bodoh, tapi saya akan tetap melakukannya untuk membuatnya mengerti, 'Anda tidak boleh melakukan itu! Anda tidak punya nyali untuk melakukannya terhadap saya. Tetapi saya akan menunjukkan kepada Anda apa yang terjadi jika Anda melakukannya kepada saya.' Itu sebabnya saya melakukannya."

“Apa yang bisa dia katakan? Dia tidak akan mengatakannya kepada saya tetapi dia akan mengatakannya kepada pemain saya – yang tidak akan melakukan apa-apa karena dia terlalu baik. Itu bukan hal yang baik bagi saya, tetapi saya akan tetap melakukannya. Itulah saya. Saya tidak malu untuk mengatakannya."

“Ini bukan tentang melewatkan babak play-off. Ini tentang membuat pria itu mengerti bahwa Anda tidak mencari masalah dari seseorang yang berbaring (di tanah). Anda tidak menyerang anjing yang tidak berbicara."

"Serang yang mampu melakukan sesuatu. Terlalu mudah untuk memilih rekan setim saya yang berusia 20 tahun dan sangat baik. Saya harap dia mengerti sekarang," tegas striker AC Milan itu.