BolaSkor.com - Mantan direktur olahraga Napoli dan Atalanta, Pierpaolo Marini, mengomentari kabar yang menyebut AS Roma akan menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih anyar. Marini menilai, Roma punya peluang lebih besar mendapatkan servis Conte daripada Inter Milan.

Antonio Conte sedang mengaggur usai didepak Chelsea pada awal musim ini. Saat itu, Conte digantikan oleh kompatriotnya yang juga mantan pelatih Napoli, Maurizio Sarri.

Meski pergi dengan cara yang tak elok, namun Conte masih laris manis di pasaran. Ia sempat dikabarkan akan menjadi pelatih Real Madrid sebelum Zinedine Zidane pada akhirnya kembali.

Tidak berhenti sampai di situ, Conte juga dilaporkan akan kembali menangani klub di Italia. Inter Milan, Juventus dan AS Roma menjadi tiga pilihan bagi sang pelatih.

Inter Milan muncul sebagai satu di antara pilihan pelabuhan terbaru seiring kabar dilepasnya Luciano Spalletti pada akhir musim. Nerazzurri menilai pengalaman Conte meraih kesuksesan bersama Juventus bisa menjadi modal berharga untuk kembali ke jalur prestasi.

Baca juga:

Prediksi Inter Milan Vs Juventus: I Nerazzurri Wajib Menang, I Bianconeri Eksperimen

Massimiliano Allegri dan Juventus Sudah Pikirkan Musim 2019-2020

Antonio Conte

Selain itu, Conte juga menjadi satu di antara kandidat andai Massimiliano Allegri meninggalkan Juventus. Cerita manis di masa lalu menjadi satu di antara alasan yang mencuat.

Belakangan ini, Roma mulai masuk dalam perburuan sang pelatih. Serigala Ibu Kota itu dinilai punya kartu as andai berhasil mengamankan Gianluca Petrachi sebagai direktur olahraga.

"Conte bisa memilih Inter Milan, namun strategi transfer AS Roma perlu diperhitungkan," jelas Marini kepada Radio Sportiva.

"Jika seperti yang saya yakini, Giallorossi akan memperkejakan direktur olahraga hebat seperti Petrachi. Dengan begitu, peluang Conte lebih memilih Roma terbuka. Namun, dia juga perlu menyukai proyek yang ditawarkan," ulas Marini.

AS Roma dikabarkan bersedia memenuhi permintaan gaji yang diminta Antonio Conte. Selain itu, Conte juga akan memegang kendali penuh terkait keputusan di bursa transfer.