BolaSkor.com - Tidak ada yang meragukan kualitas Luis Figo yang menghiasi sepak bola Eropa pada medio 90-an dan awal 2000-an. Dia juga dikenal sebagai legenda sepak bola Portugal dengan 127 caps dan 32 gol.

Akan tapi jangan pernah Anda sekali-kali bertanya kepada fans Barcelona mengenai Luis Figo, apalagi fans lawas, sebab di mata mereka Figo adalah pengkhianat terbesar.

Disanjung ketika bermain di Camp Nou pada periode 1995-2000 setelah direkrut dari Sporting Lisbon, Figo membuat keputusan kontroversial gabung rival bebuyutan Barcelona: Real Madrid pada 2000 sebesar 62 juta euro - klausul pembelian Figo.

Baca Juga:

6 Pemain Berusia 30 Tahun yang Menciptakan Perbedaan di Inter Milan

Messidependencia yang Mengancam Masa Depan Barcelona

Kembali Membusungkan Dada, Jose Mourinho Sebut Real Madrid 2011-2012 Tim Terbaik di Eropa

Sambutan yang diberikan fans Barca ketika Figo datang dengan jersey putih ke Camp Nou pun sudah bisa ditebak. Kata-kata pengkhianat, judas, tentara bayaran muncul dari mulut suporter dengan klimaksnya terjadi pada 2002.

Tiap kali Figo mengambil sepak pojok selalu ada benda keras yang dilempar penonton dari kaleng bir, korek, botol, hingga ... kepala babi. Insiden itu dikenal dengan lemparan kepala babi dan selalu ada dalam sejarah sepak bola Eropa.

Luis Figo mengambil sepak pojok

"Saya bertugas mengambil tendang sudut, dan saya fokus karena saya ingin melakukan pekerjaan saya dengan cara yang paling profesional," tutur Figo mengomentari insiden itu.

"Tapi ada saatnya ketika saya tidak bisa (menendang) karena sejumlah benda yang menuju ke arah saya, sedemikian rupa (banyaknya) sehingga saya tidak bisa menggambarkan."

"Yang saya ingat kala itu, Coca-Cola mensponsori saya dan saya melihat botol di rumput, dan mengambilnya seolah-olah saya sedang syuting iklan."

"Keesokan harinya, saya melihat di koran-koran bahwa botol-botol wiski dan kepala babi dilemparkan. Ada segalanya di sana," terang dia.

Lelaki berusia 47 tahun yang juga pernah membela Inter Milan itu juga bercerita soal alasannya pergi dari Barcelona.

"Itu (pergi dari Barcelona) adalah keputusan yang penting tetapi sulit. Saya meninggalkan kota yang memberi saya banyak hal dan tempat di mana saya merasa baik," ucap Luis Figo dikutip dari Marca.

"Tapi ketika Anda merasa tidak dikenali dari apa yang Anda lakukan dan Anda mendapat tawaran dari klub lain, maka Anda memikirkannya."

Beruntungnya bagi Luis Figo kariernya di Barca, Madrid, dan Inter dihiasi kesuksesan dari segi trofi. Dua titel LaLiga, dua Copa del Rey dengan Barca, dua LaLiga, satu Liga Champions bersama Madrid, dan empat Scudetto dengan Il Nerazzurri.