BolaSkor.com - Jika berbicara mengenai Maladewa kebanyakan orang akan berpikir mengenai satu kata: liburan. Wajar saja karena Maladewa (Maldive) merupakan destinasi wisata internasional dengan keindahan pantai, bawah laut, dan kepulauan yang indah. Tempat yang tepat untuk melepas penat dari kesibukan sehari-hari.

Ketenaran Maladewa sebagai destinasi wisata sudah tidak perlu diragukan lagi. Wisata menjadi keunggulan Maladewa yang menonjol dan tidak banyak yang membicarakan hal lainnya seperti budaya, transportasi, ekonomi, hingga sepak bola.

Menilik populasi Maladewa sebesar 300 ribuan penduduk prestasi atau catatan sepak bola Maladewa tidaklah besar. Bahkan sepak bola Maladewa tidak pernah dibahas selayaknya Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, atau Korea Selatan.

Baca Juga:

Jadi Pahlawan Kemenangan Juventus, Cristiano Ronaldo Ukir Empat Rekor Baru

Terus Ukir Rekor Pribadi, Cristiano Ronaldo Enggan Besar Kepala

Penghargaan Ballon d'Or 2020 Ditiadakan Efek Pandemi Virus Corona

Peringkat timnas Maladewa per Juni 2020 ada di urutan 155 dan masih berpatisipasi di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Mereka berada di grup A dengan Suriah, China, Filipina, dan Guam. Sekedar informasi peluang lolos mereka masih ada.

Maladewa dari lima laga yang sudah dimainkan ada di urutan empat dengan raihan enam poin di bawah Suriah (15 poin), China (tujuh poin), Filipina (tujuh poin), dan di atas Guam yang sudah pasti gagal lolos karena tak mengoleksi satu pun poin.

Tidak ada nama yang menonjol dari skuat Maladewa yang masih berjuang menjaga mimpi lolos ke Piala Dunia. Tapi di antara nama-nama tersebut ada satu nama yang menarik dibicarakan. Dia adalah Ali Ashfaq.

Top Skor Handal yang Memulai Karier dari Sepak Bola Jalanan

Ali Ashfaq

Ali Ashfaq merupakan top skor sepanjang masa Maladewa dengan torehan 53 gol dari 80 pertandingan di timnas yang dibelanya dari 2003. Usianya kini 31 tahun dan menjadikannya pemain senior dalam skuat selain Mohamed Arif (34 tahun) dan Akram Abdul Ghanee (33 tahun).

Perjalanan Ali Ashfaq sebagai pesepak bola terjadi karena kebetulan. Ya semuanya berawal ketika dia berusia sembilan tahun. Ashfaq kala itu bermain dengan tim saudara laki-lakinya, Ashfan di tim sekolah karena kekurangan satu pemain.

"Begitulah saya mulai bermain sepak bola dan dari sana saya memulai karier sepak bola. Saya mendapatkan latihan pertama dengan bermain bersama anak-anak tetangga - mereka masih teman saya saat ini dan kami sering keluar berkumpul bersama. Saya tak pernah jadi produk akademi sepak bola," tutur Ashfaq di laman resmi FIFA.

Perjalanan sesungguhnya Ashfaq dimulai kala ia bergabung dengan Valencia (bukan Valencia Spanyol), klub terkenal di Maladewa pada usia 16 tahun pada 2001. Semenjak saat itu kariernya terus berjalan dan pengalamannya semakin banyak.

Ashfaq bermain untuk New Radiant, DPMM FC, VB Sports Club, PDRM FA, Maziya S&R, TC Sports Club, dan Club Green Streets yang sudah dibelanya dari 2019 lalu. Kemampuannya dalam mencetak gol semakin terasah.

Ashfaq pencetak gol yang konsisten bermain, suka mendribel bola, dan punya naluri tinggi melihat celah untuk coba mencetak gol. Hal itu yang menjadikannya top skor Maladewa dengan torehan 53 gol.

"Sejak saya muda saya sudah terobsesi dengan dribel bola. Mendribel bola melewati kiper memberikan saya adrenalin tambahan dan membantu membangun kepercayaan diri sebagai penyerang," tambah Ashfaq yang mengidolakan Diego Maradona.

Pernah Disandingkan dengan Cristiano Ronaldo dan Hampir Gabung Benfica

Tidak pernah akan ada yang menyangka pesepak bola dari Maladewa mampu bersaing di level internasional, setidaknya dari segi pencapaian dan kerja keras yang dilakukan Ali Ashfaq.

Pada 2013 Ashfag masuk ke dalam kategori Pencetak Gol Kedua Terbaik Dunia versi IFFHS (Federasi Sepak Bola Internasional Sejarah dan Statistik). Tidak tanggung-tanggung Ashfaq bersaing dengan Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo

Ashfaq pada 2013 menorehkan 23 gol dengan hitungan gol internasional dan kompetisi kontinental utama. Jumlah itu mengekor Ronaldo dengan dua gol dan lima gol di atas Zlatan Ibrahimovic serta delapan gol di atas Lionel Messi.

Untuk kali pertama dalam sejarah pemain dari Maladewa dibandingkan dengan nama-nama top dunia. Pada 2013 itu Ashfag mencetak 14 gol internasional, 10 gol di SAFF, serta sembilan gol untuk New Radiant di Piala AFC.

"Itu memang salah satu tahun terbaik dalam karier saya. Dapat disebutkan dalam nafas yang sama dengan para pemain hebat itu tidak dapat dipercaya bagi saya. Itu dicapai melalui kerja keras tidak hanya oleh saya, tetapi juga rekan satu tim dari tim nasional serta New Radiant," kenang Ashfaq.

"Di New Radiant, kami memiliki skuat yang hebat di bawah manajer yang luar biasa di Velizar Popov. Kami memenangkan segalanya di level domestik kala itu. Kami memenangkan gelar liga dengan rekor tak terkalahkan dan kami mencapai babak delapan besar di Piala AFC."

Dengan talentanya dan performanya yang hebat pada masa prima klub-klub Eropa turut mengamatinya. Bursaspor dan dua klub besar Portugal, Benfica dan Porto tertarik untuk merekrutnya. Sayang kans bermain di Eropa tak diambil oleh Ashfag.

Ali Ashfaq

"Saya memang menerima tawaran dari klub-klub Eropa dan Asia. Tawaran dari Benfica sangat saya pikirkan. Itu kesempatan yang seharusnya saya ambil karena saya bisa bermain dengan beberapa pemain-pemain kelas dunia jika ke sana," sesal Ashfag.

Kendati gagal bermain di Eropa Ashfaq tetap menjadi pemain senior berpengalaman dan bisa diandalkan Maladewa. Selagi masih fit Ashfaq akan terus berusaha menjaga mimpi Maladewa di Kualifikasi Piala Dunia.

"Bagi saya, itu adalah impian utama untuk bersaing dalam beberapa hal yang berkaitan dengan Piala Dunia, bahkan bermain dalam kualifikasi. Maladewa adalah negara kecil tapi kami juga bermimpi besar, mimpi bahwa suatu hari nanti kami akan bisa bermain di Piala Dunia," imbuh Ashfaq.

"Saya masih merasa bugar. Saya bekerja dua kali lebih keras dari sebelumnya untuk mempertahankan bentuk dan kekuatan saya. Saya ingin terus bermain beberapa tahun lagi untuk klub dan negara. Karena jika saya tidak bermain sepak bola, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan."