BolaSkor.com - Melambuk tanah leluhur bisa menjadikan Alphonse Areola kiper dengan status tak tergantikan. Kesehariannya akan penuh dengan senyuman dan pujian. Akan tetapi, Areola tak tergoda dan tetap memandang tim nasional Prancis sebagai tujuan.

Perjalanan Alphonse Areola menjadi pemenang bermula ketika keluarganya memutuskan hengkang dari Filipina ke Prancis untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Tanpa disadari, pilihan tersebut akan mengubah jalan hidup Areola.

Berbeda dari anak Filipina yang lebih sering terpapar olahraga bola basket, Areola justru sudah mendaftar di sekolah sepak bola Entente Sportive des Petits Anges. Ketika itu, usianya belum genap tujuh tahun.

Seperti cerita orang sukses yang penuh kerikil pada awal kariernya, Areola juga mengalami hal serupa. Saat itu, orang tua Areola tidak memiliki banyak uang hingga mampu membiayai anaknya di sekolah sepak bola. Keadaan kian sulit karena orang tua Areola hanya berprofesi sebagai asisten rumah tangga.

Baca juga:

Menyambut Masa Depan Man City Bersama Phil Foden

Mike Dean, Wasit Paling Royal Berikan Kartu Merah

Selinting Basket dalam Isapan Tuan Tiga Belas

Alphonse Areola

Namun, selama berusaha, di situ akan ada jalan. Pada akhirnya, Areola dapat mengenyam ilmu sepak bola setelah dibiayai majikan tempat orang tuanya bekerja.

Areola menempa ilmu sepak bola di Entente Sportive des Petits Anges selama tujuh tahun. Terus menunjukkan performa gemilang, Areola mendapatkan tawaran menggiurkan berupa kontrak dari Paris Saint-Germain. Kesempatan tersebut langsung disambar sang pemain dengan anggukan kepala.

PSG sadar Areola adalah pemain dengan bakat brilian. Namun, layaknya permasalahan pemain muda lainnya, Areola juga membutuhkan jam terbang yang cukup untuk terus mengasah kemampuannya.

Kemudian, Les Parisiens mengambil langkah dengan menyekolahkan Areola ke INF Clairefontaine. Clairefontaine bukanlah klub sembarangan, itu merupakan satu di antara 12 akademi elite yang berlokasi di sekitar Prancis dengan pengawasan langsung dari Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).

INF Clairefontaine juga punya rekam jejak apik untuk urusan mencetak pemain bintang. Selari legenda Les Bleus seperti Thierry Henry, William Gallas, dan Nicolas Anelka pernah menimba ilmu di Clairefontaine.