BolaSkor.com - Tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, selalu menangi setiap kali menelan kekalahan. Akan tetapi, kini kebiasaan itu mulai dihilangkan.

Se-young mulai diperhitungkan sejak 2019. Kala itu, ia menjadi pebulu tangkis paling potensial versi BWF.

Di usia 17 tahun, Se-young sudah berhasil menjuarai French Open 2019. Ia juga sukses membungkan Carolina Marin pada waktu itu.

Namun, layaknya remaja pada umumnya, Se-young belum bisa mengatur emosi dengan baik. Tak jarang, setiap mengalami kekalahan, Se-young selalu menangis.

Baca Juga:

Jelang Swiss Open, Gloria Berlari Mengejar Lampu

Marcus Fernaldi Gideon Tak Gentar Hadapi Jepang

“Sekarang setelah dewasa, saya akan menjadi pemain yang matang. Ketika kalah, saya tidak menangis lagi,” ujar Se-young dikutip dari Aiyuke.

“Dulu saya cemas, ketika kalah saya menangis terlalu sedih. Saat ini, saya harus bekerja kerasa mengontrol emosi dan lebih tertawa,” imbuhnya.

Kini, Se-young mematok target besar dalam kariernya. Ia berambisi merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

“Saya ingin memenangkan medali Olimoiade di usia muda,” ujar Se-young.