BolaSkor.com - Menorehkan total 12 gol dari 41 laga di seluruh kompetisi - 10 di LaLiga - jelas menjadi capaian fantastis bagi bek sekaligus kapten Real Madrid, Sergio Ramos mengingat tugas utamanya adalah bukan untuk mencetak gol.

Di antara gol-gol itu selain dari situasi bola mati, tendangan bebas, kebanyakan tercipta melalui titik putih. Rekor pemain berusia 34 tahun dalam menjadi eksekutor sangat hebat: 20 gol beruntun dari titik putih dan hanya gagal sekali dari total 21 penalti.

Bahkan legenda Real Madrid lainnya, Cristiano Ronaldo gagal mencetak 13 gol dari total 92 penalti kala berseragam Madrid dari medio 2009 hingga 2018. Itu artinya Ramos punya persentase gol 95 persen saat mengambil penalti.

Baca Juga:

Jadi Pahlawan Kemenangan Real Madrid, Sergio Ramos Kembali Ukir Pencapaian Pribadi

Sergio Ramos Harus Pensiun di Real Madrid

Gol Tendangan Bebas, Penantian Sergio Ramos Selama Enam Tahun

Sergio Ramos

Marca coba mengulik atau menganalisis rahasia di balik kehebatan Sergio Ramos mengambil penalti. Terakhir Ramos gagal mencetak gol dari penalti terjadi 26 bulan lalu dan setelahnya ia konsisten dan rajin melakukannya. Apa rahasianya?

Sederhana namun sulit dilakukan dalam kenyataannya. Ramos tidak pernah memelajari pergerakan kiper, namun sesaat sebelum ia menendang bola ia melihat ke mana arah atau posisi kiper condong dan Ramos menendangnya ke arah berlawanan.

Pada teorinya itu terlihat mudah dilakukan, tetapi dalam tekanan ketika fans masih hadir di dalam stadion atau di momen krusial menentukan kemenangan tim hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan.

Teknik tendangan penalti Ramos hanya bisa dilakukannya karena ia memiliki mentalitas dan pengalaman besar, sebab cara itu juga berisiko jika kiper mampu membaca teknik Ramos dan menghentikannya.

Tanpa pola khusus ketika menendang penalti, entah itu tendangan keras, mendatar ke bawah menuju pojok gawang, Sergio Ramos menjadi mimpi buruk bagi kiper yang kesulitan membaca ke arah mana ia akan menendang bola.

Berkat ketajaman gol dan kelebihan mengeksekusi penalti, Sergio Ramos memimpin Real Madrid ke puncak klasemen LaLiga dan berpeluang memenangi titel dari juara bertahan, Barcelona.