BolaSkor.com - Bali United bisa dibilang sebagai tim paling lengkap menuju lanjutan kompetisi Liga 1 2020. Namun bukan berarti skuat besutan Stefano Cugurra sudah sempurna. Masih ada kekurangan dalam perjalanan menuju laga pertama lawan TIRA-Persikabo di Bantul, 4 Oktober 2020.

Bali United tak kekurangan kekuatan pada musim ini. Tak ada satu pun pemain andalan yang hengkang ke klub lain. Selain itu, kehadiran enam pemain baru membuat Bali United semakin lengkap.

Dari sisi dukungan pendanaan, Bali United juga tak kekurangan. PT Bali Bintang Sejahtera selaku pemilik dan pengelola Bali United punya cukup dana untuk menyokong kebutuhan tim, meski saat ini dalam fokus menggarap komplek latihan di kawasan Pantai Purnama, Bali.

Baca Juga:

Jefferson Ungkap Alasan Bertahan di Persik Kediri

David da Silva Dipastikan Kembali, Persebaya Tampil dengan Komposisi Asing Lengkap

Berikut analisis Bolaskor.com dalam membedah kelebihan dan kekurangan Bali United menuju Liga 1 2020:

Kelebihan - Skuat Super Bintang

Dari sektor penjaga gawang, mereka punya Wawan Hendrawan yang tampil cemerlang di Liga 1 2019. Sebagai pesaing Wawan, ada Nadeo Argawinata yang jadi langganan Timnas Indonesia. Masih ada pula nama eks Persebaya Surabaya, Samuel Reimas.

Kekuatan lini belakang lebih dahsyat lagi. Di posisi bek kanan ada Dias Angga, I Made Andhika Wijaya, dan Gavin Kwan Adsit. Di sektor kiri ada Ricky Fajrin dan Michael Orah. Lima pemain ini punya kualitas sebagai pemain utama.

Sesi latihan Bali United. (Bali United)

Lalu di posisi bek tengah ada Willian Pacheco, Leonard Tupamahu, Haudi Abdillah, dan Gunawan Dwi Cahyo. Musim lalu bek tengah jadi salah satu kunci tangguhnya pertahanan Bali United. Rotasi berjalan lancar karena setiap pemain punya kualitas.

Sektor sayap sangat dahsyat. Ada Melvin Platje dan Stefano Lilipaly yang jadi langganan tim utama. Sebagai pelapis ada nama M Rahmat, Yabes Roni Malaifani dan Fahmi Al Ayyubi.

Lalu sektor gelandang bertahan ada Brwa Nouri, Hariono, dan M Taufiq. Kinerja lini tengah didukung Paulo Sergio, Fadil Sausu, Sidik Saimima, dan Kadek Agung Widnyana. Selalu ada opsi ketika terjadi kebuntuan.

Di sektor depan, Ilija Spasojevic kini tak sendirian. Ada Lerby Eliandry yang siap jadi pelapis ketika Spaso menemui kebuntuan. Masih ada pula penyerang yang dicoret Timnas Indonesia U-19, Kadek Dimas Satria.

Kelebihan - Pelatih dan Manajemen Berkualitas

Dari sisi pemain lengkap, tim kepelatihan juga tak ada pergantian. Stefano Cugurra masih dibantu Eko Purdjianto, Yogi Nugraha dan Andrew Petterson. Manajerial juga tak kalah mengkilap. Ini dibuktikan dengan berhasilnya proses renegosiasi kontrak.

Persiapan tim pun sudah dilakukan sejak 3 Agustus lalu. Ada waktu cukup panjang bagi Bali United memanaskan mesin setelah lima bulan tanpa kegiatan bersama. Kondisi fisik pemain dinilai sudah kembali. Waktu sepekan lebih akan dimanfaatkan untuk mematangkan taktik.

Baca Juga:

Bursa Transfer Dibuka, Arema FC Berpeluang Rombak Pemain Asing

Carlos Carvalho Tak Gentar dengan Tingginya Tekanan Aremania

Manajemen bisa memberikan fasilitas bagus dalam latihan. Tak sekadar mendukung kesiapan tim, namun juga keselamatan pemain. Protokol kesehatan diterapkan di lapangan. Selain itu, semua awak tim rutin melakukan tes virus corona.

Kekurangan - Tanpa Uji Coba

Namun, Bali United berbeda dengan tim lain. Stefano Cugurra memutuskan untuk tak melakukan uji coba. Teco, sapaan akrabnya, pilih melakukan game internal, ketimbang mengambil risiko kesehatan saat uji coba.

Di satu sisi, ini baik ketika membentengi pemain dari potensi terpapar virus corona. Namun, di sisi lain para pemain sudah tidak bertanding sejak 16 Maret 2020 lalu. Tentu suasananya berbeda ketika bertanding melawan rekan setim dengan tim berbeda.

Persija Jakarta, TIRA-Persikabo, Persib Bandung, Arema FC, Madura United, dan tim-tim lain sudah uji coba. TIRA-Persikabo yang jadi lawan pertama malah sudah uji coba tiga kali. Ada potensi Bali United perlu waktu untuk nge-gas dalam kompetisi.

Stadion Sultan Agung Bantul jadi markas Bali United. (LIB)

Kekurangan - Menjadi Perantau di Yogyakarta

Bali United bersama tim-tim luar Pulau Jawa serta Persija Jakarta tidak akan bermain di kandangnya. Bali United, PSM Makassar, dan Persija bermarkas di Bantul. Sementara Persiraja Aceh, Borneo FC, dan Barito Putera di Sleman. Lalu Persipura Jayapura memilih di Malang.

Bagi Teco dan sebagian eks Persija, tampil di luar kandang bukan pengalaman pertama. Mereka pernah jadi tim nomaden pada 2017-2018 lalu. Terbukti pada 2018, mereka bisa menjadi juara meski kerap berkandang di Bantul.

Baca Juga:

Masih Mencari Stadion, Persebaya Berencana Tukar Status Pertemuan dengan Arema FC

Komisaris Persib Beberkan Ancaman Hukuman jika Suporter Tetap Memaksa Datang ke Stadion

Namun bagi mayoritas skuat Bali United, ini jadi pengalaman baru. Menjadi sebuah tantangan ketika dalam waktu lama tidak bertanding di Bali. Terlebih bagi para pemain yang biasa membawa keluarganya tinggal di Bali, mereka harus berpikir untuk tak bertemu setiap hari atau membawa keluarganya ke Yogyakarta. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)