BolaSkor.com - Chelsea adalah artis di bursa transfer musim panas ini. Bagaimana tidak, The Blues jor-joran belanja pemain dengan merekrut Timo Werner, Hakim Ziyech, Thiago Silva, Ben Chilwell, Malang Sarr, Kai Havertz.

Total dana yang dihabiskan Chelsea sebesar 195 juta poundsterling untuk merekrut Werner, Ziyech, Chilwell, dan Havertz karena Silva dan Sarr datang gratis. Dan itu belum berakhir. Chelsea masih aktif di bursa transfer.

Kabarnya saat ini mereka mengincar Declan Rice (West Ham United) dan Edouard Mendy (Stade Rennes). Nama yang disebut pertama akan coba direkrut karena eks produk akademi dan antisipasi jika N'Golo Kante hengkang.

Munculnya Edouard Mendy pun tak diduga. Chelsea memang dikabarkan mencari kiper anyar setelah kiper dengan rekor transfer dunia 80 juta euro, Kepa Arrizabalaga tampil tak sesuai ekspektasi. Namun tak ada yang menduga nama Mendy muncul.

Baca Juga:

Prediksi Premier League 2020-2021: Ujian untuk Liverpool, Chelsea Ancaman Besar

Chelsea Percaya Diri Rampungkan Negosiasi Edouard Mendy

Rekap Transfer Musim Panas 2020: Chelsea Jor-joran, Real Madrid dan Barcelona Pasif

Edouard Mendy

Maklum saja Mendy tidak sepopuler incaran lainnya seperti Jan Oblak (Atletico Madrid), Gianluigi Donnarumma (AC Milan), dan Andre Onana (Ajax Amsterdam). Petr Cech, legenda Chelsea yang kini jadi direktur klub disinyalir merekomendasikan namanya.

Jika rekomendasi itu datang dari Cech yang dahulu berprofesi sebagai kiper jelas hal tersebut jadi sebuah pengakuan. Apalagi Mendy membela klub tempat Cech mengawali karier sebelum ke Chelsea.

Statistik yang dimuat oleh Express dan WhoScored juga telah memperlihatkan segalanya. Mendy punya catatan yang lebih baik dari Kepa apabila dinilai dari kemampuan bertahan, namun Kepa punya sedikit keunggulan dari sisi membangun serangan.

Edouard Mendy, Cekatan dan Sigap Menjaga Keamanan Gawang

Lahir di Prancis, 1 Maret 1992 Edouard Mendy membela Rennes dari 2019 setelah sebelumnya dia bermain di Cherlbourg, Marseille B, Reims, dan Reims B. Meski lahir di Prancis Mendy memiliki darah Senegal dari ibunya dan memilih memperkuat timnas Senegal (delapan caps).

Musim lalu Mendy bermain 3.366 menit di seluruh kompetisi dan kebobolan 32 gol - menghadapi 130 tendangan. Kepa bermain 4.614 menit dan kebobolan 66 gol dalam menghadapi 174 tendangan lawan. Tingkat kebobolan Kepa mencapai 61,56 persen berbanding 34,85 persen Mendy.

Artinya gawang yang dijaga Mendy lebih aman dari kebobolan gol ketimbang Kepa. Mendy melakukan 98 penyelamatan musim lalu meski bermain lebih sedikit dari Kepa yang melakukan 10 penyelamatan lebih banyak, tapi tetap kebobolan banyak gol.

Edouard Mendy sudah lama dipantau Petr Cech

60,66 persen tendangan lawan dapat ditepis oleh Kepa, tetapi persentase Mendy lebih banyak sebesar 74,81 persen. Jadi dari sisi defensif Mendy lebih bisa diandalkan ketimbang Kepa, meski ada juga pertimbangan liga keduanya bermain: Ligue 1 dan Premier League.

Kendati demikian jika berbicara statistik ofensif maka Kepa memenanginya. Kiper di era sepak bola modern tidak hanya dituntut untuk bisa menjaga gawang tapi juga membangun serangan dari belakang.

Kepa dalam hal tersebut unggul. Eks kiper Athletic Bilbao menyelesaikan 287 operan lambung musim lalu, sukses 72,5 persen melakukannya, lalu dengan operan pendek 831 kali dengan persentase sukses 98,3 persen.

Mendy sementara itu sukses sebanyak 70,7 persen dari 287 operan lambung dan 426 percobaan bola pendek dengan kesuksesan 97,7 persen. Kepa unggul namun dari segi defensif ia tak tampil bagus, tentu akan ada pertimbangan dari Chelsea untuk merekrut Mendy.

Chelsea dikabarkan menyiapkan mahar 18 juta poundsterling kepada Rennes untuk membeli Mendy. Dia akan jadi pesaing kompetitif bagi dua kiper Chelsea lainnya Kepa dan Willy Caballero.