BolaSkor.com - North West Derby akan dihelat di Old Trafford antara Manchester United vs Liverpool, Minggu (20/10) pukul 22.30 WIB, dalam lanjutan pekan sembilan Premier League. Red Devils berstatus non-unggulan jelang laga nanti.

Bagaimana tidak, anak-anak asuh Ole Gunnar Solskjaer dalam grafik menurun dari segi performa, melalui periode negatif, dan saat ini ada di urutan 14 klasemen - terpaut satu poin dari zona degradasi. Spekulasi pemecatan Solskjaer telah ramai dibahas belakangan ini.

Sebaliknya, Liverpool tak terbendung dengan sapu bersih delapan kemenangan Premier League dan saat ini kokoh di puncak klasemen dengan raihan 24 poin. Menilik permainan kedua tim, membahas pemilihan taktik Man United lebih menarik ketimbang Liverpool.

Baca Juga:

Manchester United Vs Liverpool: Adu Tangguh Dua Bek Mahal Dunia, Maguire dan Van Dijk

Jelang Manchester United Vs Liverpool, Sir Alex Ferguson Temui Ole Gunnar Solskjaer di Carrington

Jelang Man United Vs Liverpool: 5 Derby North West yang Paling Tidak Terlupakan di Old Trafford

Mengapa demikian? Sederhana. Liverpool asuhan Jurgen Klopp sudah punya gagasan jelas soal permainan dalam taktik 4-3-3 dan mengandalkan trisula Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane di lini depan.

Dibanding memikirkan bagaimana cara Liverpool mencetak gol ke gawang United, akan lebih seru jika membalik pertanyaannya seperti ini: apa yang akan dilakukan Solskjaer untuk membendung lini serang Liverpool dan melewati tembok kokoh di pertahanan The Reds?

Jurgen Klopp dan Ole Gunnar Solskjaer

Alternatif Taktik Manchester United

Solskjaer biasanya menggunakan taktik 4-2-3-1 dengan variasi 4-3-3 dalam formasi Manchester United. Namun menurut tulisan Dominic Booth di Manchester Evening News, Solskjaer bisa menggunakan taktik berbeda untuk menangkal permainan Liverpool.

Menilik skuat terkini Man United, idealnya Solskjaer mencoba taktik 5-2-3 yang akan berubah menjadi 3-4-3 ketika naik membantu serangan. Ini bisa jadi salah satu opsi untuk menangkal trisula berbahaya Liverpool, plus menguji pertahanan mereka yang baru kebobolan enam gol di Premier League.

Sergio Romero akan menggantikan tugas David De Gea, yang cedera, sebagai kiper utama. Tiga bek di depannya dapat ditempati oleh Harry Maguire, Victor Lindelof, dan Axel Tuanzebe yang tampil bagus kala melawan Newcastle United.

Lalu untuk posisi bek sayap ditempati Aaron Wan-Bissaka dan Ashley Young. Nama yang disebut terakhir bukan opsi terbaik. Tapi, Young jadi satu-satunya opsi bagus yang tersedia untuk bek kiri di saat Luke Shaw cedera.

Taktik 5-2-3 dapat dicoba oleh Ole Gunnar Solskjaer

Marcos Rojo juga bisa bermain di posisi tersebut. Namun, posisi bek sayap kiri terbilang baru baginya yang biasa bermain sebagai bek kiri. Young jadi pemain yang ideal mengingat ia pernah membuat Mohamed Salah mati kutu di Old Trafford (kala laga berakhir imbang tanpa gol pada Februari 2019).

Di tengah, tanpa Paul Pogba yang masih cedera, Solskjaer sedianya memainkan dua gelandang dengan kemampuan bertahan yang bagus. Bukan Fred, dua gelandang itu dapat ditempati oleh Scott McTominay dan Nemanja Matic.

Selain bertugas melapis lini belakang, Matic-McTominay harus cepat melakukan transisi bermain ke lini depan saat berhasil merebut bola dari penguasaan pemain Liverpool.

Ketika mereka berhasil melakukannya, Marcus Rashford, Anthony Martial (yang kabarnya siap bermain pasca pulih dari cedera), dan Daniel James, bisa mengandalkan kecepatan mereka untuk menembus kokohnya pertahanan Liverpool.

Secara teori, taktik 5-2-3 yang berubah menjadi 4-3-3 kala menyerang jadi taktik yang ideal untuk Man United, dengan skuat yang mereka miliki saat ini. Tapi semua keputusan terakhir nanti akan kembali lagi kepada sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer.