BolaSkor.com - Pertandingan LaLiga selepas jeda internasional bulan November langsung dibuka dengan laga seru di pekan 10, mempertemukan Atletico Madrid melawan Barcelona di Wanda Metropolitano, Minggu (22/11) pukul 03.00 dini hari WIB.

Laga itu seyogyanya menjadi momen reuni Luis Suarez dengan klub yang memberinya kesuksesan besar dan ukiran sejarah, Barcelona. Akan tapi karena El Pistolero dikonfirmasi positif Covid-19 maka reuni itu urung terjadi.

Absennya striker asal Uruguay cukup disayangkan karena Suarez sudah mencetak lima gol dari 375 menit penampilan dengan Atletico di LaLiga - gol terbaik per menitnya di liga, apalagi Diego Costa juga absen melawan Barcelona. Lantas apakah kekuatan lini depan Atletico berkurang tanpa keduanya?

Bisa jadi berkurang, namun tim besar selalu memiliki jawaban atas masalah yang menimpa skuad dari cedera hingga pemain absen karena akumulasi kartu. Atletico Madrid, dengan memainkan dua laga lebih sedikit, belum terkalahkan di liga dan punya statistik bagus.

Baca Juga:

Joao Felix Bisa Jalani Peran Lionel Messi untuk Luis Suarez di Atletico Madrid

Positif Virus Corona, Luis Suarez Batal Balas Dendam ke Barcelona

Alasan Barcelona Tega Mencampakkan Luis Suarez

Los Colchoneros besutan Diego Simeone menorehkan 17 gol (terbaik kedua di liga) dan kebobolan dua gol (pertahanan terbaik di liga). Saat ini mereka ada di urutan tiga klasemen dan terpaut tiga poin dari Real Sociedad di puncak klasemen.

Absennya Luis Suarez dan Diego Costa dapat tertutupi dengan adanya dua kartu AS berbahaya yang dimiliki Atletico, Barca wajib mewaspadai mereka.

Kebangkitan Joao Felix

Joao Felix

Musim kedua bersama Atletico sejak ditransfer dari Benfica sebesar 113 juta poundsterling menjadi momen kebangkitan Joao Felix. Striker berusia 21 tahun mengalami perkembangan dan itu bisa dilihat dari statistik sang pemain.

Joao Felix musim lalu menorehkan sembilan gol dan kesulitan beradaptasi di bawah arahan Diego Simeone. Namun musim ini berbeda, Felix sudah hampir menyamai catatan musim lalu dengan catatan tujuh gol dan dua assists.

Permainannya yang elegan berbalut kualitas teknik bagus semakin terlihat aktif untuk Joao Felix di kotak penalti lawan, entah itu Felix membuka peluang bagi rekan setim atau mencetak gol. Wajar jika Diogo Jota yakin Felix dapat jadi suksesor Cristiano Ronaldo di timnas Portugal.

Sentuhan bola Felix juga meningkat per laganya dari 40 menjadi 57 per laganya, plus torehan delapan gol dari tujuh laga terakhir, menjadikan Felix sebagai ancaman nyata bagi pertahanan Barca yang sudah kebobolan delapan gol.

Transformasi Marcos Llorente

Marcos Llorente

Diego Simeone menemukan kekuatan tersembunyi dalam diri Marcos Llorente. Pemain berusia 25 tahun dibeli pada 2019 dari Real Madrid sebesar 35,9 juta poundsterling dengan peran gelandang bertahan untuk menggantikan Rodri.

Siapa sangka eksperimen Diego Simeone kepadanya dalam mentransformasi peran membangkitkan kekuatan tersembunyi pemain asal Spanyol itu. Llorente tak lagi jadi gelandang bertahan, melainkan penyerang sayap dengan kebebasan menyerang, melakukan penetrasi ke kotak penalti sesering mungkin.

Ketajamannya terlihat kala ia dua kali menjebol gawang Liverpool pada Maret 2020 dan menyingkirkan mereka di Liga Champions. Sebelum momen itu Llorente hanya mencetak enam gol dalam 162 penampilan pada kariernya.

Kini Llorente jadi salah satu penyerang paling efektif di LaLiga, menorehkan delapan gol dan enam assists dari 23 laga sejak bermain di markas Liverpool. Rekor ditorehkannya kala Atletico menang 4-0 atas Cadiz.

Llorente jadi pemain kedua setelah Lionel Messi yang menorehkan gol dan assists di empat laga berbeda pada 2020. Joao Felix dengan kebangkitan kariernya, Llorente yang semakin efisien dalam peran menyerang, serta Angel Correa yang dinamis, Barca memiliki cukup alasan untuk mewaspadai Atletico tanpa Suarez-Costa.