BolaSkor.com - "Anarchy for the UK, it's coming sometime and maybe. I give a wrong time, stop a traffic line. Cause I want to be anarchy, in the city."

Penggalan lirik Anarchy in the UK milik Sex Pistols tersebut rasanya menggambarkan apa yang sedang terjadi di Inggris Raya, terutama London saat ini.

Kekerasan, amarah, frustrasi, kebingungan, dan pengotakan sosial menjadi tema paling populer di Inggris periode 1970an. Pergolakan masal yang menyebabkan hampir terjadinya perang saudara menyebarkan ketakutan.

Ketika itulah Sex Pistols muncul dengan anarki dan kekerasan mereka. Menjadi pahlawan bagi kaum proletar, mungkin yang ada di pikiran mereka saat itu.

Baca Juga:

Kemenpora Sosialisasikan Pencegahan Virus Corona untuk Atlet Indonesia

Bagian dari Langkah Preventif PBSI Cegah Virus Corona

Sex Pistols. (Istimewa)

Sayangnya, perwujudan pemberontakan serta amarah yang ditunjukkan Sid Vicious dan kawan-kawan justru menjadi contoh buruk. Kekerasan terjadi di Inggris, terutama London kala itu.

Atas nama kebebasan, mereka bilang. Bahkan Sex Pistols akhirnya sempat berkali-kali ditangkap sebelum akhirnya sampai bubar dua tahun setelah merilis Anarchy in the UK, tepatnya pada 1978.

Lewat sekitar 40 tahun pasca bubarnya Sex Pistols, anarki kembali terjadi di Inggris Raya, tepatnya London. Namun, kali ini dipicu oleh isu berbeda.

Adalah virus corona yang menjadi ancaman warga dunia, tidak terkecuali di London. Hingga tulisan ini dibuat, sudah ratusan ribu orang di seluruh dunia terpapar virus tersebut dan 3497 di antaranya meninggal dunia.