BolaSkor.com - Final Liga Champions 2005 menimbulkan trauma tersendiri bagi Carlo Ancelotti. Ia berharap tak pernah merasakan pengalaman tragis serupa.

Final Liga Champions 2005 menyuguhkan salah satu pertandingan sepak bola terbaik sepanjang masa. AC Milan dan Liverpool menjadi dua tim yang terlibat.

Saat itu Ancelotti menjabat sebagai pelatih Milan. Namun ia harus menerima kenyataan melihat timnya kalah dengan tragis.

Baca Juga:

Ancelotti Bicara Nasib Empat Bintang Real Madrid

Singkirkan PSG, Ancelotti Ungkap Rahasia Comeback Real Madrid

Taktik Jenius Pochettino Buat Madrid Mati Kutu di Paris

Final Liga Champions 2005

Milan harus mengubur mimpinya meraih juara meski unggul 3-0 pada babak pertama. Liverpool secara mengejutkan mampu bangkit dan menyamakan kedudukan dalam tempo enam menit.

Laga kemudian harus diakhiri dengan adu penalti. Liverpool keluar sebagai pemenang babak tos-tosan dengan skor 3-2.

Pertandingan itu memberikan pelajaran berharga bagi Ancelotti. Ia tak boleh merasa sudah menang sebelum pertandingan berakhir.

Pelajaran tersebut ingin ia terapkan kepada Real Madrid yang kini memimpin jauh di klasemen sementara LaLiga 2021-2022. Ia tak mau Los Blancos merasa sudah juara.

“Saya memberi tahu Anda bahwa saya pernah kalah di final Liga Champions, meski sempat unggul 3-0. Saya harap itu tidak terjadi lagi," kata Ancelotti dilansir dari Marca.

Madrid kini unggul sepuluh poin dari Sevilla yang menempati peringkat kedua. Dengan sepuluh laga sisa, tampak hanya keajaiban yang bisa menggagalkan Karim Benzema dan kawan-kawan meraih gelar.

Secara matematis, Madrid butuh enam kemenangan ini untuk mengunci gelar juara. Laga kontra Barcelona pada akhir pekan nanti bisa menjadi langkah pertama untuk mewujudkannya.

“Kami memiliki keuntungan, dan itu bagus. Namun kami harus mencapai jeda internasional dalam kondisi yang baik," tutupnya.