BolaSkor.com - Federasi Sepeda Motor Intenasional (FIM) selaku regulator kompetisi Kejuaraan Dunia Balap Motor membuat pengumuman besar beberapa pekan lalu.

Bagaimana tidak, pembalap tim pabrikan Aprilia, Andrea Iannone divonis menggunakan doping pada lomba di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Baca Juga:

Komentar Ahli: Andrea Iannone Gagal Tes Doping Diduga karena Makan Daging

Komentar Mengejutkan Scott Redding Mengenai Andrea Iannone Gagal Tes Doping

Dalan urin pembalap asal Italia itu terdapat zat terlarang bernama Drostanolone. Lantas apa manfaat dari zat Drostanolone?

Mengutip dari situs confirmbiosciences.com, Drostanolone merupakan sejenis steroid anabolik. Steroid seperti ini adalah bahan sintesis yang mirip dengan hormon seks pria.

Drostanolone sendiri digunakan untuk tujuan peningkatan fisik dan kinerja oleh seorang atlet. Umumnya dari cabang olahraga binaragawan dan power lifter.

Drostanolone sendiri sempat dijual secara bebas. Namun kini beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Jepang mengatur penjualan zat ini khusus untuk kepentingan medis.

Melihat definsi di atas, sangat pantas, Drostanolone dilarang oleh FIM. Karena seseorang yang memakainya bisa mendapat energi ekstra.

Kini Iannone punya kesempatan banding yang akan dilakukan pada awal Januari 2020. Urin sampel B miliknya pada lomba MotoGP Malaysia bakal dicek ulang.

Jika terbukti positif, Iannone terancam dihukum larangan berlomba empat tahun dan tidak bisa ikut MotoGP 2020. Kini tim Aprilia sedang mencari opsi pengganti eks pembalap Ducati itu.

Baca Berita Selengkapnya soal MotoGP Lainnya di KabarOto.com