BolaSkor.com - Pembalap MotoGP, Andrea Iannone, positif doping saat menjalani tes urine pada November 2019. Kini, Presiden FIM meminta pengadilan segera memutuskan sanksi untuk Iannone.

Iannone menjalani tes urine menjelang MotoGP Malaysia pada 3 November silam. Saat itu hasil tes menunjukkan Iannone positif mengonsumsi anabolic steroid, nandrolone.

Setelah itu, Iannone meminta analisis sampel kedua dari event yang sama. Namun, hasil tersebut justru memperkuat dugaan Iannone melakukan doping.

Pengadilan melakukan jajak pendapat di markas FIM pada 4 Februari silam. Sayangnya belum ada sanksi untuk pembalap asal Italia tersebut.

Baca Juga:

Isi Waktu Kosong dengan Latihan Motocross, Maverick Vinales Sempat Alami Cedera

Repsol Honda Boyong Marc Marquez ke Jakarta dan Tak Sabar Balapan di Mandalika

Presiden FIM, Jorge Viegas, meminta pengadilan segera mengeluarkan sanksi untuk Iannone. Viegas juga membuka kemungkinan Iannone melakukan banding ke pengadilan arbitrase.

"FIM tidak memiliki kuasa atas pengadilan. Kasus ini dipelajari oleh pengacara dari kedua belah pihak dan mengirimkan berbagai dokumen agar diperiksa tiga pengadil," tutur Viegas.

"Ketiga pengadil sangat berpengalaman dan saya harap bisa segera memberik keputusan. Setelah itu, ada peluang mengajukan banding ke pengadilan arbitrase untuk Iannone dan timnya, Aprilia."

"Apabila mereka tidak terima dengan sanksi yang diberikan. Atau melakukan banding lewat badan anti doping dunia (WADA) apabila merasa sanksi yang diberikan tidak pantas," imbuh Viegas.

Hingga saat ini, Andrea Iannone telah absen dari dua tes pramusim MotoGP di Sepang dan Losail. Namun, wabah virus corona menunda semua seri hingga setidaknya 3 Mei mendatang.