BolaSkor.com - Untuk para penikmat sepak bola dari layar kaca, sajian tidak akan lengkap tanpa adanya penyiar. Meski tutur kata yang diutarakan tak seperti penyair, tetapi tetap merupakan sesuatu yang perlu terlampir.

Sudah sejak lama pertandingan sepak bola dipandu oleh penyiar. Bahkan, ketika menengok turnamen antar-kampung (tarkam), komentator merupakan satu di antara bumbu yang membuat pertandingan lebih seru.

Untuk menjadi penyiar pertandingan yang baik, tidak hanya dibutuhkan kemampuan sepak bola yang mumpuni. Dibutuhkan ciri khas yang membuat berbeda dari penyiar lain.

Satu di antara penyiar sepak bola yang paling terkenal adalah Andres Cantor. Pria 57 tahun itu terkenal dengan cara melantunkan gol.

Andres Cantor merupakan seorang penyiar sepak bola termasyhur. Sebagai buktinya, ia menjadi penyiar hampir pada 20 pertandingan hanya di Piala Dunia 2018.

Baca juga:

Gianluca Pagliuca, Takhayul Sarung Tangan dan Sepatu, Tidak Pernah Kalah di Derby della Madonnina

Menikmati Kisah Lionel Messi di El Clasico yang Hampir Berakhir

Marcello Lippi, Pelatih Legendaris Juventus dan Timnas Italia Pensiun pada Usia 72 Tahun

Andres Cantor

Itu merupakan Piala Dunia kedelapan berturut-turut untuk Andres Cantor. Pertama kali Cantor mendapatkan kesempatan menjadi penyiar televisi pertandingan Piala Dunia adalah pada 1998 di Prancis.

Dalam perjalanan kariernya, Cantor pernah menjadi penyiar sekitar 200 pertandingan dalam setahun. Baginya, Piala Dunia adalah kompetisi yang berbeda.

"Piala Dunia adalah kejuaraan yang berbeda. Saya selalu mengatakan itu seperti 64 Super Bowl digulung menjadi satu bulan. Ada banyak emosi," ujar Cantor kepada CNBC.

Andres Cantor mulai dikenal ketika mendapatkan kritik dari ahli bahasa Inggris dan penggemar sepak bola di seluruh Amerika Serikat dengan pembawaan yang berapi-api pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

"Sungguh terkesan ketika para penggemar mengenali Anda. Itu sangat lucu ketika orang-orang mulai berteriak di depan Anda," ujar Cantor sambil tertawa.

"Pada dasarnya, saya kehilangan identitas. Banyak orang mengenal saya dengan nama, tetapi orang memanggil: 'Hei, Anda si Gol, kan?' Jadi, izinkan saya mengganti nama belakang menjadi Mr. Goal."

Cantor bukanlah penyiar pertama yang mengeluarkan teriakan 10, 15, hingga 20 detik untuk memberi tahu penonton telah terjadi gol. Itu sudah menjadi kultur di sepak bola Amerika Latin ketika Cantor masih muda.

Namun, Cantor merupakan satu di antara gerbong pertama yang membawa gaya tersebut ke Amerika Serikat. Seiring kariernya yang melejit, beberapa kritik pun menerpa.

Andres Cantor

Andres Cantor menempuh jalan sebagai penyiar sepak bola dengan tak mudah. Ia mengikuti audisi di Jaringan Internasional Spanyol (sekarang Univision) pada 1987.

Andres Cantor sempat tidak yakin dengan jalan yang ditempuh. Namun, sebelum mengambil jalan putar balik, kesempatan datang. Andres Cantor dites menyiarkan dua pertandingan.

"Ketika gol terjadi, saya berkata 'Gol!' Saya mulai berteriak dan pria itu memperhatikan. Dia menyukai gaya saya dan memberikan penawaran pekerjaan penuh dalam waktu 72 jam."

Beberapa tahun berselang, Andres Cantor masih mengandalkan caranya melafalkan gol sebagai senjata. Namun, setelah beberapa tahun berteriak, Andres Cantor menghadapi masalah kesehatan suara.

"Saya menjadi penyiar pada Piala Dunia 1990, 1994, dan 1998. Itu berarti ada 50 pertandingan dalam sebulan. Suara menjadi sangat berat. Jadi, saya mengambil kursus olah vokal dengan pelatih suara yang digunakan Gloria Estefan."

Saat ini, untuk menjaga kualitas suaranya, Andres Cantor meminum teh herbal yang populer di Argentina dan madu.

Bagi Andres Cantor, keunikannya dalam menyebut langgam gol dalam durasi yang lama tak memiliki formula khusus. Biasanya, durasi Andres Cantor mengatakan gol akan lebih lama jika sang pemain mencetak gol melawan tim besar atau jelang akhir pertandingan.

Pada Piala Dunia Wanita 2015, Andres Cantor menghabiskan waktu 38 detik untuk melantunkan kata gol setelah Carli Lloyd mencetak hattrick melalui tendangan dari tengah lapangan melawan Jepang.

"Itu tergantung dari berapa banyak udara yang berada pada paru-paru saya. Terkadang, saya mengomentari pertandingan dengan gairah dan intensitas yang tinggi. Gol pada menit ke-90 membuat saya sangat lelah. Saya tidak pernah mengatur waktu. Itu hanya berdasarkan pada pentingnya gol yang saya teriakkan," tegas Andres Cantor.

Menuju Piala Dunia kesembilan, Andres Cantor berharap tercipta banyak gol penting, terutama dari negara asalnya, Argentina. Cantor memiliki jawaban sederhana ketika ditanya gol mana yang akan membuatnya berteriak dalam waktu yang lama: "Untuk Argentina dan Lionel Messi."

Andres Cantor merupakan bagian dari sejarah sepak bola. Meski tidak berada di dalam lapangan, tetapi Cantor merupakan mata dan telinga penonton yang ada di depan layar kaca. Berkat caranya dalam melantunkan gol, Andres Cantor berhasil membawa kemeriahan di dalam lapangan ke berbagai penjuru dunia.