BolaSkor.com - Salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal, mengatakan Timnas Indonesia ditangan Simon McMenemy tidak memiliki pola permainan yang jelas. Hal ini terlihat ketika Timnas Indonesia harus kembali menelan kekalahan di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023.

Bermain di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10), Alberto Goncalves dan kawan-kawan harus kalah telak 1-3 dari Vietnam. Ini merupakan kekalahan keempat secara beruntun yang diterima oleh Skuat Garuda.

Sebelum pertandingan ini, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan terlebih dahulu dari Malaysia (2-3), Thailand (0-3), dan Uni Emirat Arab (0-5). Hasil buruk inilah yang membuat Refrizal kian kesal dengan apa yang diperlihatkan oleh mantan pelatih Bhayangkara FC itu.

Baca Juga:

Alasan Bertele-tele Simon McMenemy Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam

Timnas Indonesia 1-3 Vietnam: Kekalahan Keempat Beruntun Skuat Garuda

"Saya lihat di bawah kepemimpinan Simon, permainan Timnas Indonesia tidak memiliki pola yang jelas. Saya bingung, apa yang sekarang harus diperbuat, ya satu-satunya jalan paling tepat ialah dia mundur dari kursi pelatih," kata Refrizal saat dihubungi oleh BolaSkor.com.

"Saya juga tidak ingin suasana ini semakin mengkeruh, ketika kemarin bertanding di Bali, kami tidak bisa keluar dari stadion. Semua tahu, suporter di sini pasti ingin Timnasnya bermain dengan bagus, setidaknya punya pola dan semangat ketika bertanding, tapi ini tidak," tambahnya.

Refrizal menambahkan, memang pada saat penunjukan Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia ia salah satu orang yang tidak menyetujuinya. Jadi ia sangat ingin Simon mundur secara baik-baik dan apa yang bisa diselesaikan oleh PSSI, pasti akan diselesaikan.

"Saya rasa jika dia berbicara secara baik-baik akan lebih bisa diterima. Selain itu, jika dia memang meminta apa yang perlu diselesaikan ya pasti kami dari PSSI akan kami selesaikan baik itu gaji atau yang lain," tutup Refrizal.