BolaSkor.com - Ante Rebic menjadi pemain AC Milan yang paling banyak mendapatkan sanjungan dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, ketika baru tiba di San Siro, ada banyak keraguan yang menyelimuti.

Sejak awal, Ante Rebic bukanlah target utama AC Milan untuk memperbaiki sektor sayap. Milan lebih condong memburu penggawa Atletico Madrid, Angel Correa.

Namun, Milan mundur teratur dari perburuan Correa karena harga yang dipatok Atletico terlalu tinggi.

Meski tidak secara langsung, transfer Ante Rebic pun melibatkan Andre Silva. Kedua pemain tersebut bertukar tim. Silva menuju Eintracht Frankfurt dengan status pinjaman.

Baca Juga:

Oasis di Tengah Kekeringan AC Milan

AC Milan 2-0 AS Roma: Il Rossoneri Persulit Langkah Giallorossi Masuk Zona Liga Champions

Ante Rebic

Sementara itu, dengan keuangan yang pas-pasan, AC Milan memilih meminjam Rebic selama dua musim. Rossoneri dikabarkan mengantongi opsi tebus sebesar 20 juta euro.

Karena bukan target utama Milan, tak sedikit yang memandang Ante Rebic sebelah mata. Apalagi, hingga akhir 2019, Rebic tidak bisa mencetak gol atau assist di Serie A.

Keraguan mulai sirna setelah keran gol penyerang 26 tahun itu terbuka ketika mealwan Udinese. Kemudian, pada laga berikutnya, Rebic mengemas gol kembali.

Namun, publik masih saja skeptis dengan kemampuan penggawa tim nasional Kroasia tersebut. Rebic dianggap banyak terbantu dengan kehadiran Zlatan Ibrahimovic. Denga begitu, beban Rebic sebagai penyerang bisa dibagi dua dengan Ibra.

Sadar dirinya menjadi sorotan, Rebic terus memperbaiki diri. Ia menjadi penyelamat Milan dari kekalahan kontra Fiorentina.

Ante Rebic pun membuktikan bisa berdiri sendiri tanpa kehadiran Ibra. Ketika Ibra cedera, Rebic bisa menjadi tumpuan Milan dalam mendulang gol.

Buktinya, Rebic selalu mengemas gol dalam dua laga terakhir Rossoneri. Pada dua duel tersebut, Ibrahimovic absen karena cedera.

"Saya akhirnya memiliki kesempatan melakoni beberapa pertandingan berturut-turut. Saya mampu menunjukkan apa yang bsia dilakukan. Saya memanfaatkan momen tersebut," terang Rebic kepada Gazetta dello Sport, pertengahan Mei 2020.

"Saya mengharapkan situasi seperti ini. Alasannya, saya bermain dalam tiga musim terakhir tanpa gangguan. Saya hanya menunggu kesempatan membuktikan diri di AC Milan."

Untuk melengkapi kisah epik Anter Rebic, biarkan statistik dari Opta Paolo berbicara. Pada 2020, Rebic mengemas 44 persen gol AC Milan di Serie A (7 dari 16). Jumlah tersebut setidaknya lebih banyak empat gol dari pemain Milan lainnya dalam periode yang sama.

Tak heran, Stefano Pioli angkat topi melihat perkembangan Anter Rebic. Pioli optimistis, Rebic bisa bergeser menjadi penyerang tengah.

"Ante Rebic adalah pemain penting dalam membuka ruang. Tentu saja, dia bisa terus meningkat. Dia tidak hanya kuat dalam hal disik, namun juga punya teknik yang bagus," ulas Pioli seperti dilaporkan Football Italia.

"Menurut saya, dia hanya membutuhkan waktu untuk terbiasa bermain sebagai penyerang tengah daripada pemain sayap. Jika terus bermain seperti ini, Rebic akan menampilkan kinerja yang bagus," jelas sang pelatih.

Kini, Ante Rebic memiliki tugas membawa AC Milan berlaga di kompetisi Eropa pada musim depan. Pada saat yang sama, ia juga perlu terus memperbaiki diri agar tak lagi dipandang dengan sorot keraguan.