BolaSkor.com - Sepak bola dimainkan oleh 11 pemain di atas rumput hijau secara kolektif. Kala pertandingan berlangsung banderol pemain kala ia direkrut tak lagi menjadi perhatian karena semuanya sama-sama berjuang untuk tim, tak peduli pemain seharga 10 juta atau 100 juta euro.

Sorotan banderol tinggi pemain acapkali menjadi perhatian publik dan menjadi beban bagi pemain karena itu kerap dibandingkan dengan performa mereka. Khususnya kepada tim yang punya tradisi panjang mengandalkan produk akademi mereka, FC Barcelona.

Blaugrana - julukan Barcelona - seolah perlahan mengubah tradisi memainkan produk akademi La Masia dan memilih merekrut pemain-pemain dengan harga tinggi, seperti halnya yang dilakukan rival mereka, Real Madrid.

Akan tapi Madrid sudah lama dikenal dengan Los Galacticos-nya dan tidak heran jika mereka melakukan hal tersebut. Barca tak perlu mengikuti mereka karena punya produk La Masia yang sudah terkenal seantero dunia.

Baca Juga:

Quique Setien Mengecewakan di Barcelona, Berikut 3 Calon Penggantinya

Diego Simeone Heran Antoine Griezmann Melempem di Barcelona

Arsene Wenger Tak Terkejut Lihat Barcelona Beli Penyerang Baru untuk Gantikan Griezmann

Alih-alih memercayakan mereka untuk bermain di tim utama Barca justru melepasnya seperti Carles Perez, Marc Bartra, Marc Cucurella, Adama Traore, Dani Olmo dan lainnya. Memang ada beberapa pemain yang dimainkan seperti Ansu Fati dan Riqui Puig.

Kendati demikian Barca masih saja 'boros' di bursa transfer pemain dalam beberapa musim terakhir. Bak terjatuh di lubang yang sama, nasib Antonio Griezmann saat ini tak berbeda dari nama-nama mahal sebelumnya di Barca yang menjadi pemain flop (gagal).

Antoine Griezmann

Dibeli 120 juta euro dari Atletico Madrid pada musim panas 2019, Griezmann mencetak 14 gol dari 43 laga dan tak memberikan kontribusi signifikan untuk klub. Uniknya kontribusinya dalam bertahan lebih baik dari sisi ofensifnya (padahal ia penyerang).

Parahnya lagi Quique Setien menjadikannya cameo kala Barca imbang 2-2 kontra Atletico Madrid dan Griezmann bermain selama dua menit saat diturunkan di menit 89. Griezmann masih di musim pertamanya dengan Barca dan masih beradaptasi.

Meski begitu menilik performanya musim ini Griezmann adalah pemain flop jika dibandingkan dengan harganya tersebut. Selain Griezmann, Barca juga masih memiliki rekrutan mahal lainnya dengan kontribusi yang tidak sesuai harapan. Siapa saja?

1. Philippe Coutinho

Philippe Coutinho

Datang dari Liverpool pada Januari 2018 sebesar 145 juta euro dan 18 bulan kemudian dipinjamkan ke Bayern Munchen. Philippe Coutinho mencetak 21 gol dari 76 laga dan Barca kesulitan mendapatkan kualitas maksimal darinya, meski dimainkan di sisi sayap atau gelandang serang.

Bayern Munchen belum mengaktifkan klausul pembeliannya dan Coutinho diisukan hengkang ke klub lain di bursa transfer musim panas.

2. Ousmane Dembele

Ousmane Dembele

Pada 2017 Barca berinvestasi sebesar 125 juta euro kepada Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund. Dalam tiga musim Dembele hanya tampil sebanyak 75 kali dan sisanya ... dihabiskan di ruang perawatan Barcelona.

Cedera dan kehidupan di luar sepak bola menjadi cerita sehari-hari dari penyerang sayap asal Prancis. Itu disayangkan sebab Dembele pemain bertalenta yang bisa menjadi momok pertahanan lawan jika konsisten bermain.

3. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Pertikaian dengan Pep Guardiola yang diklaim menganakemaskan Lionel Messi membuat Zlatan Ibrahimovic hanya bertahan semusim dengan Barcelona. Barca membelinya sebesar 69,5 juta euro dari Inter Milan pada 2009, setahun kemudian dipinjamkan kembali ke AC Milan.

Filosofi bermain Guardiola dan Barca dinilai tak sesuai dengan Ibrahimovic, namun tetap saja dengan banderol itu Barca menghabiskan uang untuk kemudian melepasnya kembali.

4. Malcom

Malcom

Pada 2019 Barcelona merebut buruan Roma, Malcom dari Girondins Bordeaux sebesar 41 juta euro dan ia mencetak empat gol dari 24 penampilan. Malcom kemudian dilepas ke Zenit Saints Petersburg. Waktunya hanya sebentar di Barca meski di awal heboh karena cara klub merekrutnya ketika fans Roma sudah menantikan Malcom di bandara.

5. Alexis Sanchez

Alexis Sanchez

Performa terbaik Alexis Sanchez hadir kala ia memperkuat Udinese (2006-2011) dan Arsenal (2014-2018), tidak saat ia membela Barcelona, Manchester United, dan Inter Milan.

Bersama Barcelona dari 2011 hingga 2014 Sanchez mencetak 47 gol dari 141 penampilan dan kemudian hengkang ke Arsenal. Performanya di sana tak sebaik kala ia masih membela Udinese.

Selain kelima nama di atas nama-nama lainnya dengan banderol tinggi dan gagal tampil memukau adalah: Arda Turan, Ibrahim Afelllay, Andre Gomes, dan Paco Alcacer.