BolaSkor.com - Nasib Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer Manchester United sedang berada di ujung tanduk saat ini, khususnya setelah United menelan dua kekalahan beruntun di Premier League.

Usai memperlihatkan cara bertahan yang rapuh pasca kalah 2-4 dari Leicester City, United kembali kalah 0-5 dan kali ini dari rival abadi Liverpool di Old Trafford. Kekalahan dari The Reds semakin menyudutkan posisi Solskjaer.

Bagaimana tidak, United tidak memperlihatkan hasrat untuk menang di laga itu dan komitmen untuk merebutkan bola. Liverpool dibiarkan bebas membangun serangan, mengontrol bola, dan United parahnya lagi bermain dengan 10 pemain di babak kedua setelah Paul Pogba menerima kartu merah.

Selepas laga berakhir Solskjaer tidak menyerah untuk memperjuangkan posisinya dan membangkitkan performa United. Sementara menurut pandit sepak bola, Jamie Carragher, kualitas Solskjaer sebagai manajer sudah mentok di United dan tidak bisa bersaing dengan manajer top lainnya.

Baca Juga:

Menilai Performa 10 Rekrutan Man United di Era Solskjaer

Kemampuan Solskjaer Mulai Diragukan Pemain Manchester United

Solskjaer dan Paul Pogba Terlibat Perang Dingin?

Ole Gunnar Solskjaer

“Menonton Ole Gunnar Solskjaer mencoba menghadapi Jurgen Klopp, Pep Guardiola dan Thomas Tuchel mengingatkan saya dalam banyak hal tentang pengalaman saya sebagai pemain dengan Inggris,” tutur Carragher di kolom Telegraph-nya.

"Orang-orang bisa berkata, 'Kamu tidak cukup baik untuk Inggris', dan saya setuju - saya tahu saya tidak melakukannya karena John Terry dan Rio Ferdinand lebih baik dari saya."

"Saya harus bekerja lebih keras atau mencoba berpikir lebih pintar dari mereka, tetapi mereka berdua membaca permainan dengan cemerlang. Saya memaksimalkan apa yang saya miliki dan mungkin mendorong mereka dengan baik."

“Tetapi kenyataannya tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menggantikan mereka berdua. Sama halnya dengan Solskjaer melawan Klopp, Guardiola dan Tuchel.”

“Dia melakukan pekerjaan dengan baik di Manchester United. Sejujurnya saya percaya itu. Dia mungkin melebihi harapan."

“Ada hiburan yang tidak Anda dapatkan di bawah Louis van Gaal dan Jose Mourinho. Tapi dia tidak akan pernah berada di level tiga manajer yang harus dia kalahkan. Dia tidak akan pernah menjadi mereka," tegas dia.

Antonio Conte Siap Melatih Man United

Menurut kabar yang beredar di Italia dan oleh Fabrizio Romano, Antonio Conte sedianya bukan sosok pelatih yang menangani tim di tengah berjalannya musim, tetapi untuk United ia membuat pengecualian.

Conte yakin dengan skuad United saat ini ia dapat membangkitkan performa tim. Tak ayal kesiapan Conte itu tinggal menunggu keputusan manajemen mengenai nasib Solskjaer.

Conte dinilai ideal untuk membangkitkan United dengan CV-nya sebagai pelatih top Eropa, yang sukses memenangi titel liga bareng Juventus, Chelsea, dan Inter Milan. Terlebih Conte selalu menuntut 100 persen dari anak-anak asuhnya dan bekerja keras di tiap laga.

Antonio Conte

“Saya memiliki Antonio Conte di sana (Inter) sebagai manajer yang benar-benar membantu saya dan menunjukkan kepada saya apa yang diperlukan untuk menang, dan kami melakukannya di musim kedua,” tutur eks striker United, Romelu Lukaku soal Conte.

“Untuk belajar bagaimana untuk menang pada dasarnya mendorong penghalang. Setiap pelatih memiliki cara melatih yang berbeda, tetapi dengan Antonio kami benar-benar belajar bagaimana menuju zona merah. Itu saja."

“Saya ingat pernah berbicara dengan Conte tentang ini dan dia memberi tahu saya jika saya tidak pandai dalam hal itu, saya tidak akan bermain. Bagi saya itu adalah pembuka mata. Setelah saya menguasai aspek itu maka bagi saya semuanya menjadi lebih mudah."

Berikan segenap kemampuan di sesi latihan dan tampil 100 persen maka Anda akan bermain. Itu syarat bagi Conte jika pemain ingin tampil reguler.

"Kami punya hubungan bagus. Jika Anda tak memberikan 100 persen dengannya Anda tak bermain. Kami banyak melakukannya dalam dua musim terakhir," ucap gelandang Inter, Marcelo Brozovic mengenai Conte.