BolaSkor.com - Kebanggaan Arema FC terkait rekor jumlah penonton tertinggi tidak berlangsung sama. Tepat dua pekan setelahnya, tim Singo Edan justru mendapatkan hasil yang sebaliknya.

Pertandingan menjamu Kalteng Putra di Stadion Kanjuruhan, Minggu (1/12) kemarin, menjadi rekor penonton terminimalisir yang dicatat Arema FC. Tiket pada laga di pekan ke-30 Liga 1 itu hanya terjual sebanyak 4.343 saja, dari total 37 ribu yang dicetak Panpel.

"Tentu, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi terhadap menurunnya minat Aremania, meski di hari weekend. Jam kick-off yang lebih sore (pukul 15:30 WIB) dan faktor lawan yang dihadapi bukan di papan atas, jadi pengaruh besar," kata Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Baca Juga:

Stefano Cugurra Singgung Karier di Persebaya Usai Raih Sukses bersama Persija dan Bali United

Persebaya Menang 3-2 di Markas Madura United, Barito Putera Bawa Tiga Poin

Tak pelak, kerugian pun dipastikan dialami tim peraih trofi juara ISL tahun 2009/2010 silam itu. Hasil penjualan seluruh tiket di laga menjamu Kalteng Putra, hampir sebanding dengan biaya operasional pertandingan yang berkisar Rp150 hingga Rp200 juta.

"Bisa dihitung sendiri lah, kalau itu. Tinggal dicari selisihnya saja, berapa kerugian yang dialami," lanjut Kabid Sarana Pra Sarana Stadion Kanjuruhan tersebut.

Asumsi itu tampaknya relevan dengan apa yang dialami Arema dua pekan sebelumnya. Sama-sama berlangsung di hari weekend dan kick-off sore hari, namun pertemuan kontra Persija Jakarta dibanjiri puluhan ribu penonton.

Kehadiran suporter pada Super Big Match itu pun menjadi rekor tertinggi di Liga 1 musim ini. Sebanyak 43.400 tiket yang dicetak, terjual habis tanpa sisa.

"Ya, sangat bersyukur atas perolehan hingga Rp2 Miliar saat menjamu Persija. Dengan kondisi yang ada sekarang, pendapatan itu sangat membantu (finansial klub) kami," pungkasnya. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)