BolaSkor.com - General Manager Arema FC, Ruddy Widodo turut berbicara tentang fenomena sepak bola antar kampung alias tarkam yang saat ini tengah menjamur hingga melibatkan sejumlah pemain profesional.

Menurutnya, fenomena itu tak akan terjadi jika saja kompetisi berjalan kembali. Namun akibat kendala izin kepolisian, kompetisi Liga 1, 2 hingga 3 gagal berjalan pada tahun 2020 ini.

"Sejujurnya, sepak bola memang tidak akan bisa dimatikan. Saat ini saja, banyak (pertandingan) tarkam," kata Ruddy Widodo.

Baca Juga:

Bukan Tarkam, Cara Johan Alfarizi Membayar Rindu dengan Sepak Bola

Arema FC Andalkan Dana Pribadi Owner Klub

"Bahkan dengan model apa pun (bertajuk pertandingan ekhisbisi hingga turnamen). Ada yang dengan protokoler (kesehatan), tapi banyak juga yang tidak," imbuh manajer asal Madiun itu.

Hal itu lah yang membuat pihaknya sempat dilematis saat memberi izin jika anggota timnya terlibat tarkam. Tapi karena melihat faktor teknis, keberadaan tarkam juga sedikit banyak membantu pemain dalam menjaga kebugaran fisik di tengah masa libur kompetisi.

"Ya, bagaimana lagi, dilematis juga. Yang penting saya berpesan, selalu hati-hati (menjaga diri)," tandas Ruddy Widodo.

Skuat tim Singo Edan sendiri masih menjalani libur panjang imbas dari penundaan kompetisi. Rencanannya, Dendi Santoso dkk baru akan berlatih pada 30 November 2020 nanti.

"Namun sebagai insan sepak bola, saya selalu mendukung (pemain berkegiatan sepak bola). Ya, sambil menunggu kejelasan (Liga 1 berlanjut) Februari," tutupnya. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)