BolaSkor.com - Arema FC sepakat kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan dengan catatan khusus. Hal ini disampaikan General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, usai mengikuti rapat daring bersama 17 klub lainnya dengan PSSI, Rabu (27/5).

Catatan khusus Arema FC adalah jika Liga 1 dilanjutkan maka perlu ketegasan terkait rasionalisasi subsidi dan renegoisasi kontrak pemain dan pelatih. Lalu memohon secara rasionalisasi subsidi atau hak komersil kepada klub dinaikan. Sebab dalam situasi new normal, maka juga ada pembatasan jumlah penonton yang berpengaruh pada pemasukan.

"Arema FC setuju dilanjutkan,meskipun semula kita minta dihentikan. Kita setuju karena pemerintah menjamin lewat kebijakan new normal, jiga kita untuk melindungi banyak UMKM atau stakeholders yang bergantung pada keberlangsungan sepak bola," ujarnya dalam rilis yang diterima BolaSkor.com.

Baca juga:

Hasil Rapat Virtual dengan PSSI, Mayoritas Klub Minta Liga 1 2020 dengan Format Baru

PSSI Akan Terapkan Protokol Kesehatan Super Ketat jika Kompetisi Kembali Bergulir

"Kita mengajak semua pihak untuk rasional dengan kompetisi dilanjutkan, maka kita perlu duduk bersama dan menyesuaikan kondisi baik bagi klub dan stakeholders lainnya, " ujar Ruddy.

Dalam rapat daring bersama PSSI, 8 klub ingin Liga 1 2020 disetop dan diganti dengan format baru atau turnamen. 5 tim memilih Liga 1 dilanjutkan.

Namun ada empat tim yang dengan tegas meminta Liga 1 disetop tanpa embel-embel atau syarat. Sementara Persipura Jayapura memilih abstain atau tidak ada opsi, menunggu keputusan Pemerintah Republik Indonesia soal tanggap darurat Virus Corona (COVID-19).

PSSI sebelumnya sudah meminta saran Asosiasi Pelatih Sepak bola Seluruh Indonesia (APSSI) dan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) untuk nasib dari kelanjutan Liga 1 dan Liga 2. Keduanya ingin kompetisi dilanjutkan dengan protokol kesehatan ketat.

Kini, PSSI akan membawa hasil saran dari APPI, APSSI, dan 18 klub Liga 1 ke rapat anggota Komite Eksekutif (Exco) pada 29 Mei mendatang. Di mana, tanggal tersebut merupakan penentuan status tanggap darurat Virus Corona Pemerintah Republik Indonesia.

Sebelumnya, PSSI menghentikan kompetisi dengan status force majeure sampai tanggal 29 Mei 2020. Jika status tanggap darurat Virus Corona diperpanjang, kompetisi dihentikan. Jika tidak, kompetisi dilanjutkan setelah 1 Juli 2020.