BolaSkor.com - Arema FC terus berupaya keras untuk membuat kondisi finansial semakin stabil, imbas dari pandemi Virus Corona (COVID-19) saat melanjutkan kembali perjalanan tim di kompetisi Liga 1 mulai Oktober 2020 nanti.

Setelah memangkas nilai fasilitas bagi anggota tim, kini Arema FC memastikan mengurangi nominal bonus. Meski begitu, pengurangan nominal bonus bagi Johan Al Farizi dkk tidak otomatis 50 persen seperti halnya penerapan renegosiasi gaji.

"Untuk bonus harus kami kurangi, tapi sifatnya menyesuaikan. Tidak harus 50 persen, mungkin bisa di bawah itu. Mungkin (besarnya) 60 persen atau 70 persen," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Baca Juga:

Arema FC Terapkan Protokol Kesehatan Jelang Latihan Perdana

Arema FC Memulai Progam Latihan pada 15 Juli

Seperti dalam konteks pemberian bonus bagi setiap pemain yang mencetak gol. Jika sebelumnya bernilai Rp10 juta per gol, maka tidak berarti dikurangi Rp5 juta atau 50 persen.

"Saya pikir, mereka (pemain dan pelatih) mengerti dengan situasi ini. Karena semangatnya kan sama, ya harus rela berkorban," tandas Ruddy.

"Bagaimana Liga 1 berjalan lagi dan mengembalikan gairah suporter untuk datang ke stadion, itu sudah menjadi perjuangan yang luar biasa," tambah manajer kelahiran Madiun tersebut.

Arema FC sendiri memang konsisten dalam menerapkan sistem bonus untuk merangsang motivasi tanding pemainnya. Beberapa macam bonus sudah kerap dilakukan, seperti bonus kemenangan, poin di laga tandang hingga saat menyabet trofi juara. (Laporan Kontributor Kristin Joan/Malang)