BolaSkor.com - Banyak pekerjaan rumah yang didapat Arema FC usai menggelar pertandingan uji coba melawan Timnas Indonesia U-22 yang berkesudahan imbang 1-1 Minggu (10/2) lalu. Saat itu, memang penonton yang datang ke stadion sangat maksimal alias luber.

Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC mengakui sudah kecolongan atas beredarnya tiket palsu yang menjamur pada laga itu. Akibatnya, Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan sampai melebihi penjualan tiket dengan mencapai 40 ribu orang.

Padahal, panpel hanya mencetak tiket pertandingan dengan tiga kategori yang hanya dicetak berjumlah 35.200 saja. Sebanyak 35.001 terjual dalam data resmi, sedangkan 199 tiket lainnya kembali ke tangan panpel.

Baca Juga:

Madura United 1-1 Timnas Indonesia U-22: Marinus Wanewar Selamatkan Skuat Garuda Muda

Tiga Calon Asisten Pelatih Timnas Indonesia

Setelah Dallen Doke, Indra Sjafri Pulangkan Top Skorer Liga 3 dari Timnas Indonesia U-22

"Situasi ini menyebabkan banyak Aremania yang sudah membeli tiket, akhirnya tidak dapat masuk ke stadion. Karena kapasitas sudah penuh di tribun," papar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris kepada media.

Kemarahan ribuan Aremania itu pun memuncak dan dilampiaskan di pintu gerbang VIP utara. Teriakan dan tendangan maupun pukulan dilayangkan suporter atas hadangan pintu gerbang yang sudah dikunci, meski mereka sudah memegang tiket pertandingan Arema FC lawan Timnas Indonesia U-22.

"Setelah berdiskusi dengan aparat keamanan, akhirnya kami memasukkan Aremania yang bertiket," tambahnya.

Bertebarannya tiket palsu itu pun tidak satu atau dua ratusan. Tapi mencapai lima ribuan hingga menimbulkan kerugian sampai Rp 125 juta (dikalikan harga tiket ekonomi Rp 25 ribu), jika melihat penuhnya setiap sudut tribun di Stadion Kanjuruhan.

"Kami mendapati sendiri tiket palsu itu. Tidak ada nomor seri maupun detail lainnya seperti korporasi sesuai yang kami cetak," pungkasnya. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)