BolaSkor.com - General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengaku sangat terbantu dengan pencairan hak komersil Liga 1 yang dibayarkan secara utuh untuk termin kedua pada Maret, pasca RUPS Luar Biasa pada Senin (18/5).

Sebelumnya, Arema memang tidak setuju dengan rencana pemotongan dana hak komersil atau yang lebih dulu disebut subsidi, hingga lebih dari 30 persen.

Hal itu memang sempat menjadi rencana PT Liga Indonesia Baru, dengan pertimbangan tertentu. Klub Liga 1 hanya dibayar Rp350 juta dari yang seharusnya Rp520 juta, sementara klub Liga 2 mendapatkan Rp100 juta dari yang seharusnya Rp250 juta.

"Ya memang (pencairan dana secara utuh) itu yang kami kejar. Tentu sangat membantu, setelah klub juga tidak ada pemasukan sama sekali," tutur Ruddy Widodo.

Baca Juga:

Liga 1 Berhenti, Arema FC Bersyukur Sudah Mendapat Dana Sponsor

Arema FC Jadikan 25 Persen Gaji Sekaligus sebagai THR

Situasi ini pun membuat tim Singo Edan tidak perlu tekor lebih besar lagi dalam memenuhi kewajibannya. Yaitu membayar gaji dengan jumlah maksimal 25 persen bagi seluruh anggota tim, sesuai instruksi PSSI selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

"Setelah dipotong pajak 5 persen, jumlah Rp520 juta menjadi Rp494 juga. Kami tinggal menambahkan sekitar Rp85 juta saja untuk Bulan Mei," ungkapnya.

"Sementara di Arema, kami perlu sekitar Rp575 juta untuk membayar gaji 25 persen. Tinggal dikalikan saja selama 4 bulan (Maret sampai Juni)," imbuh manajer berusia 48 tahun tersebut.

Sejauh ini, Arema FC dan tim-tim Liga 1 lainnya sudah mendapatkan dana segar dari hak komersil pada dua termin untuk Februari dan Maret, dari 10 kali termin sampai November nanti. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)