BolaSkor.com - Arema FC segera melakukan langkah nyata dalam menyikapi turunnya SK PSSI tertanggal 27 Juni. Terutama dalam hal pemenuhan hak anggota tim pada Juli untuk melanjutkan instruksi satu bulan lalu.

Sebelumnya, tim Singo Edan sempat bingung terhadap poin tersebut lantaran berakhirnya masa tanggap darurat Virus Corona (COVID-19). Pada SK PSSI tertanggal 27 Maret lalu, klub Liga 1 diharuskan tetap memenuhi gaji pemain maupun staf pelatih dengan nilai maksimal 25 persen.

Sementara pada SK terbaru, federasi sepak bola Indonesia itu tetap menerapkannya pada dua bulan ke depan. Baru pada September atau satu bulan sebelum kick-off kompetisi, gaji seluruh anggota tim dipenuhi pada kisaran 50 persen.

Baca Juga:

Mario Gomez Bisa Jadi Penentu Komposisi Pemain Asing Arema FC

Panpel Arema FC Segera Berbenah dalam Penerapan Protokol Kesehatan Liga 1

"Dengan ini jelas, bahwa gaji pada Juli sampai Agustus tetap berlaku 25 persen, sesuai SK tersebut," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo saat menerima kunjungan media di Malang, Senin (29/06).

Itu artinya, Arema FC kembali menyusun anggaran secara ekstra atas situasi pandemi yang masih berlangsung. Dengan 25 persen gaji sekitar Rp500 juta per bulan, setidaknya Arema FC membutuhkan dana segar Rp1 Miliar untuk Juli sampai Agustus.

"Baru setelah itu, menyusun anggaran lagi pada September. Yang sesuai SK tetap ada pemotongan sampai 50 persen. Saya pikir tidak ada masalah, karena situasinya kan sama semua," tambah Ruddy. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)