BolaSkor.com - Arema FC tetap sibuk mempersiapkan diri dalam penyelesaian hak dan kewajiban terhadap anggota timnya, jika Liga 1 berujung pada kemungkinan terburuk alias force majeure.

Peluang itu tetap terbuka, lantaran nasib kelanjutan kompetisi kasta tertinggi saat ini masih belum jelas. Apakah masih akan terus berlanjut pasca penundaan sementara akibat pandemi virus corona, atau berhenti di tengah jalan.

"Kami sudah punya pengalaman soal Force Majeure (saat kompetisi ISL 2015), meski kasusnya berbeda, karena banned (sanksi FIFA)," ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Baca Juga:

Gelar Tes Antisipasi Virus Corona, Persipura Ikut Pemerintah dan PSSI soal Nasib Liga 1 2020

Ancaman Virus Corona Telah Mengubah Pola Hidup Kapten Persib Supardi Nasir

"Maka dari itu, kami sudah menyiapkan skema terkait administrasi. Tetapi, akan lebih elok lagi jika skema itu disusun oleh pihak federasi (PSSI) maupun operator (Liga Indonesia Baru)," tambahnya.

Kejelasan itu lah yang tengah ditunggu oleh tim Singo Edan, guna melanjutkan langkah berikutnya. Termasuk jika kompetisi Liga 1 berakhir secara force majeure, atau terhenti pada pekan ketiga, awal Maret lalu.

"Apakah statusnya force majeure untuk seluruh pertandingan, karena pasti ada pengaruh soal perizinan pertandingan dan aktivitas tim saat kembali dilanjutkan," paparnya.

"Jangan sampai, persoalan force majeure ini berbelok ke arah sengketa antara klub dengan pelatih maupun pemain," ungkap Sudarmaji.

Kompetisi Liga 1 memang ikut terimbas pandemi virus Corona (COVID-19), meski baru berlangsung tiga pekan. Tidak hanya itu, pertimbangan kesehatan juga membuat Liga 2 yang baru berjalan satu pekan, harus tertunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)