BolaSkor.com - Dua kendaraan rantis baja memboyong skuat Arema FC keluar dari Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis (16/5) dini hari WIB. Kendaraan ini harus digunakan sebagai antisipasi atas dampak kericuhan antarsuporter dalam pertandingan lawan PSS Sleman.

Partai pembuka Liga 1 2019 diwarnai kericuhan antarsuporter. Dari catatan Bolaskor.com, ada empat kali kejadian yang melibatkan oknum suporter PSS Sleman dengan suporter Arema FC.

Kericuhan pertama terjadi sebelum laga dimulai. Terjadi aksi saling lempar pecahan keramik antara suporter Arema yang ada di tribun barat sisi atas dengan suporter PSS Sleman di tribun selatan dan utara.

Kejadian ini sempat mereda saat pertandingan dimulai. PSS Sleman unggul cepat lewat sepakan jarak dekat Brian Federico Ferreira. Namun kericuhan lebih besar terjadi setelah Arema FC menyamakan kedudukan lewat sundulan Sylvano Comvalius menit ke-29.

Kericuhan kedua ini yang membuat laga harus terhenti hampir sejam. Gas air mata yang dilepaskan pihak keamanan memenuhi seisi lapangan. Laga kemudian berlanjut hingga jeda babak pertama.

Paruh kedua berjalan menarik. PSS Sleman mulai menguasai permainan. Dua gol dicetak lewat kaki Yevhen Bokhashvili menit ke-57 dan Rangga Muslim menit ke-82. Laga berakhir dengan skor 3-1.

Baca Juga:

Izin Pertandingan Lebih Sulit Jadi Imbas Kerusuhan Suporter di Laga PSS Kontra Arema FC

Kronologi Terjadinya Kerusuhan Suporter di Laga PSS Sleman Vs Arema FC versi Polda DIY

Aremania
Aremania yang masih tertahan di stadion. (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

Setelah pertandingan rampung, kericuhan kembali pecah. Dari sederet kejadian ini, ada suporter dari PSS Sleman maupun Arema FC yang menjalani perawatan karena terkena pecahan keramik. Ada pula yang pingsan karena tak kuat dengan aroma gas air mata.

PSS Sleman meninggalkan stadion dengan lancar. Mereka disambut para suporternya saat meninggalkan stadion menggunakan bus. Sementara Arema FC harus bertahan hingga dini hari.

Hamka Hamzah dkk. kemudian dievakuasi menggunakan dua kendaraan rantis baja. Mereka dikawal puluhan petugas keamanan hingga sampai penginapan.

Sementara Aremania meninggalkan stadion dengan pengawalan ketat. Hingga Kamis dini hari, anggota Aremania yang mendapat perawatan masih diminta bertahan di stadion.

Di sepanjang jalur keluar stadion, batu-batu dan pecahan kaca berserakan. Petugas kepolisian juga terlihat mondar-mandir untuk mengamankan kepulangan Aremania yang tidak hanya berasal dari Jawa Timur, namun juga wilayah Jawa Tengah.

Kemudian, beberapa Aremania masih tertahan di Stadion Maguwoharjo hingga pukul 03.00 dini hari WIB. Mereka masih mendapat perawatan dan terjebak tak bisa keluar stadion akibat kerusuhan suporter. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan)