BolaSkor.com - Manajer Arsenal, Unai Emery, mengeluhkan penalti yang diberikan kepada Liverpool kala David Luiz melanggar Mohamed Salah. Menurut manajer asal Spanyol itu, pelanggaran itu terlalu tergolong ringan dan tidak seharusnya berbuah penalti.

Liverpool menang telak 3-1 atas Arsenal di pekan tiga Premier League yang berlangsung di Anfield, Sabtu (24/8) malam WIB. Satu gol dicetak Joel Matip (41') dan dua gol oleh Mohamed Salah (penalti menit 49 dan 58), sementara gol Arsenal dicetak Lucas Torreira (85').

Gol penalti Mo Salah di menit 49 itu menurut Emery mengubah pertandingan (memupus harapan Arsenal). Emery bersikeras berpikir penalti itu tak layak diberikan kepada timnya.

Baca Juga:

Liverpool 3-1 Arsenal: Catatan Minor The Gunners di Anfield Berlanjut

8 Statistik Menarik dari Laga Liverpool Kontra Arsenal di Anfield: 12 Kemenangan Beruntun The Reds

Arsenal Punya Barisan Penyerang Mirip Trio Firmino, Salah, dan Mane

Mohamed Salah dan David Luiz

"Penalti merupakan kunci pertandingan, tapi ini (pelanggaran berbuah penalti) sangat ringan. Jika itu dianggap menahan maka saya pikir tidak demikian," ucap Emery, dilansir dari Guardian.

"Itu mengecewakan karena kebobolan gol di waktu tersebut, karena kami telah tampil cukup baik di babak pertama, kami menciptakan dua atau tiga peluang untuk mencetak gol dan bertahan dengan baik menghadapi umpan silang mereka."

Pada menit 49, David Luiz menerima kartu kuning karena dianggap menarik baju Mo Salah hingga berbuah penalti. David Luiz berbicara soal penalti itu.

"Itu (tarikan) refleks, tapi saya telah berbicara kepada Mo dan dia berkata tak merasakan sentuhan, lalu wasit memberi saya kartu kuning yang artinya saya tak bisa lagi melakukan pelanggaran untuk gol ketiga. Itu memengaruhi permainan saya," terang Luiz.

Kendati kalah untuk kali pertama musim ini, Emery yakin akan masa depan cerah Arsenal pasca melihat permainan mereka melawan Liverpool.

"Kami bisa optimistis untuk masa depan, saya pikir (Joe) Willock dan (Nicolas) Pepe telah bermain baik. Kami ingin mempertahankan bola lebih banyak lagi, tapi cara Liverpool menekan sangatlah kuat," imbuh Emery.