London – Lukasz Fabiansky  bermain gemilang di bawah mistar gawang Arsenal. Aksi mengilapnya dengan menggagalkan dua penendang penalti Wigan Athletic mengantar Arsenal ke final Piala FA. Semifinal Piala FA yang mempertemukan Wigan Atlethic kontra Arsenal di Wembley, Sabtu (12/4) malam WIB, di awali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang tragedi Hillsborough 25 tahun silam. Tragedi yang terjadi pada 15 April 1989 itu menwaskan  96  fans Liverpool pada saat The Reds berlaga di semifinal Piala FA menghadapi Nottingham Forest di Sheffield. Wigan Athletic, dengan predikat sebagai juara bertahan, melaju ke semifinal setelah sebelumnya secara mengejutkan menjungkalkan salah satu raksasa Inggris, Manchester City, 2-1 di Etihad Stadium . Sedangkan Arsenal tanpa kesulitan membungkam Everton 4-1 di Emirates Stadium. Pelatih Wigan, Uwe Rosler,  bermain dengan skema 4-4-2 dengan gaya lebih bertahan. Ia menginstruksikan dua gelandang Josh McEachran dan James McManaman, yang sjeatinya berposisi sebagai gelandang serang bermain agak ke dalam.  Sedangkan Arsenal dengan Skema 4-2-3-1 masih mengandalkan Arteta dan Ramsey untuk membongjar pertahanan Wigan. Menit awal terlihat Arsenal kesulitan membongkar pertahanan Wigan, operan-operan pendek yang diperagakan meriam London hanya mampu berkutat dilini tengah saja. Enam menit pertandingan berjalan, tandukan Sanogo yang menerima umpan silang dari Chamberland masih mampu dihadang Carson penjaga gawang wigan. Tercatat Arsenal melesakkan enam tembakan dengan dua tembakan ke gawang, sedangkan Wigan melesakkan dua tembakan dan satu tembakan ke gawang. The Gunners pun unggul penguasaan bola dengan statistik mencapai 59 persen. Wigan yang tampil solid di daerah pertahanan lebih banyak memanfaatkan serangan balik, namun di 45 menit awal Penjaga gawang Arsenal,  Lukasz Fabiansky, belum mendapatkan ancaman berarati. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Kedua pelatih tampaknya cukup puas dengan permainan timnya di babak pertama dan belum melakukan pergantian pemain di awal babak kedua. Pertahanan Wigan yang di komandoi duet Boyce dan Ramis masih tampil baik hingga menit 55, Podolski dan Yaya Sanogo  kesulitan mencuri gol dari barisan pertahanan Wigan. Aoron Ramsey di lini tengah juga mengalami kesulitan menusuk dan memberikan umpan matang ke lini depan. Petaka Arsenal hadir di menit 58,  McManaman membawa bola dari sisi kiri pertahanan Arsenal, setelah berhasil merebut bola dari Nacho Monreal, kemudian dengan cepat menggiring bola ke kotak 16 Arsenal. Mertesacker telat melakukan tekel dan wasit tanpa ampun langsung menunjuk titik putih. Jordi Gomes yang ditunjuk sebagai algojo, mampu menjalankan tugasnya dengan baik. 1-0 Wigan memimpin. Tertinggal 1-0, membuat pelatih Arsenal cepat mengambil tindakan. Dalam kurun waktu lima menit Wenger melakukan dua pergantian pemain. Yaitu, memasukkan Keiran Gibbs menggantikan Monreal pada menit 63, dan menarik keluar Podolsky digantikan Olivier Giroud dimenit 68. Di kubu wigan, Rosler juga menarik dua gelandang bertahannya yang bermain gemilang menghadang serangan meriam london, yaitu, Josh McEachran dan digantikan Jack Collison. Sementara, Callum McManaman digantikan Nick Powel. Usaha Arsenal membobol gawang Wigan baru berhasil di Menit 82. Mertesaker membayar tuntas kesalahannya dengan mencetak gol setelah sebelumnya melanjutkan tembakan Camberland yang melebar. Skor 1-1 Arsenal kembali merajut asanya menuju final. Hingga babak kedua berakhir skor masih sama kuat 1-1, Pertandingan kemudian harus dilanjutkan ke babak tambahan. Lima belas menit pertama babak tambahan, Arsenal masih tampil dominan dengan sepak bola menyerangnya. Menit ke tujuh sepakan keras Sanago masih mampu di tepis Carson, usaha arsenal mencetak gol lagi-lagi gagal. Sedangkan Wigan yang tampil bertahan sejak awal tidak serta merta ciut menyerang. Memanfaatkan serangan balik walau sudah mengalami kelelahan, Wigan masih mampu berikan tekanan pada Arsenal. Babak kedua waktu tambahan, pola dan strategi masih sama, namun pemain ke dua kubu sudah mulai terlihat kelelahan. Beberapa kali pemain ke dua tim terlihat melakukan senam-senam kecil guna melenturkan ototnya. Menit 110, tembakan dari luar kotak penalti yang dilesakkan oleh Camberland, masih membertur tiang gawang Wigan. Menit ke 113 arsenal melakukan pergantian terakhirnya, dengan memasukan Kallstrom menggantikan Aoron Ramsey. Skor 1-1 bertahan Hingga 30 menit babak tambahan berakhir dan harus dilanjutkan ke adu penalti. Fabiansky bermain gemilang dengan menahan dua tendangan penalti Wigan, yaitu tendangan Gary Caldwell dan Jack Collinson. Sementara empat algojo Arsenal sukses melakukan tugasnya dengan baik. Mereka adalah Mikel Arteta, Kim Kallstrom, Olivier Giroud, dan Santi Cazorla. Arsenal menang dengan skor 4-2. Susunan Pemain: Arsenal: Fabianski; Sagna, Mertesacker, Vermaelen, Monreal ( Kieren Gibs ’63); Arteta, Ramsey (Kallstrom ‘ 113); Oxlade-Chamberlain, Cazorla, Podolski (Olivier Giroud ‘ 68); Sanogo. Arsenal subs: Szczesny, Jenkinson, Gibbs, Kallstrom, Akpom, Eisfeld, Giroud Wigan Athletic: Carson; Perch, Boyce, Ramis (Garry Calwell ’86), Crainey; McArthur (Jack Collison ‘64), McEachran (Nick Powel ‘68 ); McManaman, Beausejour, Gomez; Fortune. Wigan subs: Al Habsi, Barnett, Caldwell, Maloney, Espinoza, Collison, Powell