BolaSkor.com - Nottingham Forest mengalahkan Arsenal di City Ground pada pekan 37 Premier League, Sabtu (20/05) malam WIB. Hasil itu memiliki dua makna: Nottingham selamat dari degradasi dan Arsenal gagal jadi juara Premier League.

Tidak ada yang salah dengan kegigihan Nottingham yang ingin bertahan di liga dan di depan fans mereka, bermain ngotot hingga mampu meraih tiga poin berharga. Arsenal praktisnya tidak mampu mencetak gol dengan amunisi yang mereka miliki.

Hasil itu juga seolah menjadi klimaks dari rasa letih mental serta fisik karena sepanjang musim bertarung merebutkan titel Premier League, sebab Arsenal sebelumnya juga kalah 0-3 melawan Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium.

Arsenal memiliki perolehan 81 poin dari 37 pertandingan dan dengan sisa satu laga, jikalau pun mereka menang tidak bisa mengejar pemuncak klasemen, Manchester City yang punya 85 poin dari 35 pertandingan - menyisakan dua laga.

Baca juga:

Erling Haaland Ukir Rekor Berusia 92 Tahun, Winston Churchill Bahkan Belum Jadi PM Ingggris

Rencana Arsenal Usai Gagal Bendung Manchester City Juara Premier League

Hasil Pertandingan: Manchester City Kembali ke Puncak, Inter Milan Pesta Gol

Menurut Opta Joe, Arsenal sudah memimpin urutan satu klasemen Premier League musim ini selama 248 hari dan gagal juara, itu jadi yang terbanyak bagi satu tim tanpa berhasil jadi juara liga.

Arsenal kehabisan bensin? Alasan yang cukup masuk akal. Faktanya sejak performa beberapa pemain utama menurun seperti Bukayo Saka, Gabriel Magalhaes, Martin Odegaard, belum lagi cedera pemain selayaknya William Saliba dan Gabriel Martinelli, penampilan Arsenal menurun.

Legenda Arsenal, Tony Adams, sudah melihat penurunan performa Arsenal sejak dua atau tiga bulan lalu. Ia melihat kedalaman skuad Arsenal tidak cukup bagus.

"Jika ada satu hal yang akan saya lakukan adalah sedikit lebih banyak rotasi. Kami bergantung pada Saka dan Martinelli hampir sepanjang musim. Mereka bisa memberi Emile (Smith Rowe) lebih banyak waktu," papar Adams kepada Sky Sports.

"Kami membutuhkan mereka (Saka dan Martinelli) di akhir musim. Kami akan selalu membutuhkan mereka untuk melewati batas."

"Saya telah menunggu tim melakukan kesalahan tetapi mereka tidak datang. Ada empat bek yang stabil. Kiper itu tampak percaya diri. Keseimbangan lini tengah sempurna. Kami mengalaminya."

"Tapi begitu sumber daya habis, beberapa cedera, pemain kehilangan performa, itu tidak berhasil. Saya pikir itu hilang dua, tiga bulan lalu. Saya pikir mereka sudah kehabisan tenaga."

"Tim ini sangat brilian. Tidak ada yang mengharapkan ini. Mereka melakukannya dengan brilian dan (Mikel) Arteta terluka. Dia mendapatkan yang terbaik yang dia bisa dari sekelompok pemain itu dan hanya itu yang Anda butuhkan sebagai pelatih," pungkas mantan kapten Arsenal itu.