BolaSkor.com - Klub-klub Serie A telah sepakat melakukan pemotongan gaji kepada pemain, pelatih, dan karyawan lain di tengah pandemi virus corona. Namun Kebijakan ini mendapat penolakan dari Asosiasi Pemain Italia (AIC).

Seperti diberitakan sebelumnya, Serie A mengeluarkan keputusan itu usai mengadakan pertemuan dengan klub-klub peserta pada Senin (6/4). Kebijakan ini bertujuan untuk menyelamatkan klub dari ancaman kebangkrutan.

Klub-klub Serie A memang mulai mengalami krisis finansial setelaha kompetisi ditangguhkan karena pandemi virus corona. Mereka kehilangan pendapatan dati tiket, sponsor, dan hak siar televisi.

Ada dua skema pemotongan gaji yang disepakati Serie A. Jika musim bisa diselesaikan maka besaran potongan gaji hanya 1/6 atau setara dua bulan sedangkan jika musim tak berlanjut maka pemotongan gaji mencapai 1/3 atau setara empat bulan gaji.

Namun hal ini ditanggapi berbeda oleh AIC. Mereka menganggap klub-klub ingin lepas tanggung jawab begitu saja.

Baca Juga:

Klub-klub Serie A Sepakat Potong Gaji Pemain, Pelatih, dan Staf

Bruno Alves, Bek Murah dengan Statistik Menang Duel Terbanyak

Atalanta Diusulkan Jadi Peraih Scudetto Musim ini

"Dewan Direksi AIC yang mengikuti pertemuan dengan perwakilan tim Serie A menganggap proposal yang diajukan oleh Lega Serie A dan B tidak dapat diterima. Keputusan liga tidak dapat dipahami pada saat seperti ini," bunyi pernyataan resmi AIC.

"Kerusakan ekonomi yang dihasilkan dari situasi krisis adalah fakta yang membuat Anda mempertimbangkan kembali kredibilitas mereka membangun sistem industri sepak bola di situasi sulit ini."

Serie A

Presiden AIC, Damiano Tommasi merasa kebijakan ini sangat tak adil bagi pemain. Hal itu karena para aktor lapangan hijau tersebut merupakan sumber penghasilan utama klub.

"Saya tidak bisa memahami logika bisnls di balik keputusan ini. Menempatkan pemain yang merupakan aktor utama dalam cahaya gelap meski mereka sudah mendiskusikan dengan klub untuk keluar dari krisis ini," tegas Presiden AIC, Damiano Tommasi.