BolaSkor.com - Tottenham Hotspur harus bekerja keras untuk memetik kemenangan 3-1 atas tim promosi Aston Villa pada laga pertama Premier League 2019-20. Bahkan hingga separuh babak kedua, Tottenham masih tertinggal 0-1.

Pada laga melawan Villa, pelatih Spurs, Mauricio Pochettino terlihat mengusung sistem 4-3-1-2 dengan lini tengah berlian. Namun, sistem itu lebih condong menjadi 4-3-3 karena Erik Lamela yang ada di pucuk berlian lebih sering beroperasi ke sisi lapangan.

Sedangkan sejak awal, Aston Villa sudah memberi sinyal mereka akan bermain menunggu dan membiarkan Spurs menguasai permainan. Dan memang itulah yang terjadi, Villa hanya mencatat 30 persen dalam penguasaan bola.

Dengan kata lain, Villa sejatinya sudah mengantisipasi permainan Spurs. Tim tamu terlihat nyaman menyaksikan lawan memainkan bola. Sebaliknya, Spurs malah terlihat sulit mendapatkan celah. Situasi yang sesekali membuat pasukan Pochettino frustrasi. Aliran bola Spurs menjadi lambat, pun dengan pergerakan pemain.

Permainan seakan berhenti karena progres yang didapat saat Spurs menguasai bola sangat minim. Atau dengan kata lain, bola hanya berputar di situ-situ saja.

Moussa Sissoko yang tampil cukup cemerlang musim lalu, gagal mengendalikan permainan. Alhasil permainan Spurs menjadi mandek. Seperti yang sudah disinggung, Lamela yang sejatinya ada di posisi 10, justru malah lebih sering melebar.

Dalam situasi ini, Villa dengan mudah meredam ancaman dari Harry Kane. Secara keseluruhan, barisan pertahanan Villa sukses mengontrol semua area di belakang.

Namun, seketika situasi itu langsung berubah setelah Pochettino memasukkan Christian Eriksen di menit ke-64. Playmaker Denmark itu masuk menggantikan Harry Winks.

Sejak masuk lapangan, Erikson langsung menjalan tugasnya sebagai pemain free role. Aksi jelajahnya membuat progres bola Spurs lebih positif. Bak seorang dirigen, Eriksen mengatur serangan lewat aliran bola dan kreativitasnya.

Hasilnya, tiga gol berhasil disarangkan Spurs. Padahal tanpa Eriksen, Spurs bahkan kesulitan mendekati kotak penalti Villa.

"Jelas saya sudah bermain dengan Christian selama lima atau enam tahun dan kita semua tahu kualitas yang dimilikinya, assist, operan, gol," kata Kane tentang Eriksen dikutip dari Telegraph.

Beberapa waktu belakangan, Eriksen digadang-gadang akan meninggalkan Tottenham. Jika melihat apa yang terjadi dalam laga melawan Aston Villa, tampaknya kepergian Eriksen akan menjadi sebuah kerugian besar bagi Spurs.

Hal ini juga disampaikan oleh pengamat yang juga pernah memperkuat Spurs, Jamie Redknapp. Dia mengatakan, Christian Eriksen memiliki peran penting dalam permainan Tottenham Hotspur.

"Hingga Eriksen tampil di lapangan, saya tidak melihat Tottenham Hotspur akan menang. Saat dia masuk, tempo pertandingan berubah, perpindahan bola berubah, Anda bisa melihat ketika The Spurs menguasai bola, Eriksen selalu terlibat," kata Redknapp.

"Dia mengubah seluruh jalannya pertandingan. Saya rasa dia melakukan peran lebih banyak ketimbang pemain lain. Saat tidak ada Son Heung-min dan Dele Alli, Eriksen memperlihatkan peran penting untuk timnya," lanjut Redknapp.

Ya, laga melawan Villa adalah bukti bahwa Tottenham membutuhkan Eriksen.