BolaSkor.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, ogah mengomentari pemotongan bantuan dari Kemenpora. Susy menyebut bantuan untuk PBSI tak ingin berpolemik.

PBSI mengajukan dana sebesar Rp 32,249 miliar kepada Kemenpora untuk persiapan Olimpiade 2020. Namun, yang disetujui hanya Rp 18,618 miliar.

Rupanya, jumlah tersebut mendapat potongan sebesar 30 persen. Pada saat yang sama Kemenpora justru mengucurkan bantuan untuk sepak bola yang tak lolos Olimpiade sebesar Rp 50,6 miliar.

Baca Juga:

Nostalgia Olimpiade 1992: Susy Susanti, Penari di Lapangan Bulu Tangkis

Nostalgia: Olimpiade 1992 dan Cinta Pertama Indonesia di Barcelona

Susy pun enggan mengomentari hal tersebut. Namun, pemenang Olimpiade 1992 itu meminta seharusnya ada penyesuaian target terkait anggaran bantuan.

"18 miliar dipotong 30 persen, sekitar 13 miliar. Soal itu silahkan tanyakan kembali alasannya. Saya sering bilang jangan kalau target mintanya ke PBSI, tetapi bantuan ke cabang lain," ujar Susy ketika dihubungi BolaSkor.com.

"Kalau mau seperti itu disesuaikan dengan prestasi, dengan target. Mending wartawan yang menanyakan kenapa. Kalau ada target kan harusnya disesuaikan."

"Sekarang kan kami tidak mau berpolemik. Silahkan saja masyarakat dan bapak-bapak yang terhormat berarti prestasinya harus dunia dong, lebih dari Olimpiade," Susy menambahkan.

Bulu tangkis memang cabang olahraga yang paling sering mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Bahkan, New York Times sampai menyebut Indonesia sebagai negara bulu tangkis.