BolaSkor.com - Untuk pertama kalinya sejak 2017, nama Febri Hariyadi tidak menghiasi skuat Timnas Indonesia, baik senior maupun level usia. Gelandang sayap Persib Bandung itu ditepikan pada pemusatan latihan di Australia dan Bali, 6-21 Maret 2019.

Di bawah arahan Simon McMenemy, Timnas Indonesia akan melakukan persiapan untuk beruji coba melawan Myanmar pada 25 Maret 2019. Arsitek asal Skotlandia memanggil 27 pemain, tetapi minus Febri.

Mayoritas pemain di TC ini adalah personil senior. Hanya tiga pemain eks Timnas Indonesia U-23 yang diikutsertakan, meliputi Hansamu Yama, Ricky Fajrin, Zulfiandi, dan Evan Dimas Darmono.

Simon punya alasan mengenai keputusannya banyak memanggil pemain senior. Salah satunya karena ingin memberikan panggung bagi para personil yang jarang masuk ke Timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir.

"Ini adalah TC pertama saya. Kami tahu, TC sebelumnya banyak dihuni pemain muda dan saya merasa pemain senior kurang mendapatkan kesempatan. Saya tahu kualitas pemain muda seperti (Muhammad) Hargianto, I Putu Gede, atau Febri Hariyadi," ujar Simon pada konferensi pers di Kantor PSSI di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (25/2).

Baca Juga:

Indra Sjafri Mohon Doa Masyarakat Tanah Air Agar Timnas Indonesia U-22 Juara Piala AFF

Andy Setyo Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia U-22 di Final Piala AFF U-22

"Tapi, pemain yang usianya 30 tahun seperti Muhammad Rahmad jarang diberi kesempatan. Saya yakin walau sudah senior, mereka punya kecepatan dan tidak kalah dengan pemain muda. Di TC berikutnya, mungkin saya akan memanggil pemain lain," kata Simon menambahkan.

Adapun, mengenai keputusan menggelar TC di Australia, kata Simon, karena PSSI punya hubungan yang baik Federasi Sepak Bola Asia (FFA). Lantas, mantan pelatih Bhayangkara FC ini kepincut untuk melakukan persiapan di Negeri Kanguru.

"Kita seperti diketahui, PSSI sekarang sedang tumbuh dan kita ketahui PSSI punya link dengan Federasi (Sepak Bola) Australia. setelah ditawari, saya pelajari dan ternyata menarik juga dengan empat jam perjalanan dan temperatur yang sama kita juga melawan tim berkualitas di sana dan jauh dari kegaduhan yang terjadi di Jakarta," tutur Simon.