BolaSkor.com - FC Barcelona benar-benar sedang berada dalam tahap pembangunan di era baru tanpa megabintang asal Argentina, Lionel Messi. Belum lagi dengan kondisi keuangan yang terpengaruh pandemi virus corona.

Usai kalah 0-3 dari Bayern Munchen dan memperlihatkan jurang besar dari segi kualitas, Barcelona juga gagal menang di pekan lima LaLiga melawan Granada di Camp Nou, Selasa (21/09) dini hari WIB.

Barca tertinggal terlebih dahulu dari gol Domingus Duarte di menit dua dan setelahnya, Granada parkir bus mempertahankan keunggulan dan juga sering membuang waktu. Barca mendominasi penguasaan bola hingga 78 persen.

Baca Juga:

Barcelona 1-1 Granada: Satu Gol Blaugrana dari 78 Persen Penguasaan Bola

Depay Ungkap Arti Penting Kekalahan Barcelona dari Bayern Munchen

Meski Digoyang, Posisi Ronald Koeman Tetap Aman

Barcelona 1-1 Granada

Akan tapi gol baru tercipta (dari 17 tendangan dan enam sepakan tepat sasaran) di menit 90. Gol lahir dari bek tengah Barca Ronald Araujo yang menyelamatkan Barcelona dari kekalahan dan imbang 1-1.

Hasil itu menempatkan Barca di urutan tujuh klasemen dengan raihan delapan poin dari dua hasil imbang dan dua kemenangan - Barca masih memainkan satu laga lebih sedikit, terpaut lima poin dari Real Madrid di puncak klasemen.

Sorotan langsung mengarah kepada Ronald Koeman dengan isu pemecatannya, tapi sang pelatih malas membahasnya. "Saya tidak akan berbicara lagi soal masa depan saya," tegas dia selepas laga.

Kondisi Berbeda Barcelona

Filosofi sepak bola Barcelona adalah permainan ofensif yang mendasarkan pada penguasaan bola. Koeman bersikukuh Barca masih memainkan gaya itu, hanya saja tidak sama dibanding Barca delapan tahun lalu atau di masa kejayaannya di masa lalu.

“Barca saat ini bukan Barca delapan tahun lalu. Kami bermain dengan cara Barca, tetapi kami tidak memiliki kecepatan saat melakukan serangan balik karena (Philippe) Coutinho masuk ke tengah, (Yusuf) Demir tidak masuk terlalu dalam dan begitulah adanya," tambah Koeman.

"Dengan Ansu (Fati) atau (Ousmane) Dembele itu berbeda, Anda memiliki kecepatan lebih, tetapi Anda harus mencari alternatif."

“Sebelum pertandingan Anda berpikir tentang menang, terutama di kandang, tetapi start buruk kami membuat pertandingan menjadi sulit bagi kami. Kami tidak tampil kuat, itu kesalahan kami."

"Lawan, setelah mencetak gol, membuang waktu sejak menit kedua, lebih banyak bertahan, tidak meninggalkan ruang dan ini sulit."

"Kami berkembang selama pertandingan. Kami berubah dan kami bermain dengan umpan silang dari sayap. Kami memberikan energi untuk mencetak gol. Kami menginginkan lebih, tetapi satu poin lebih baik daripada tidak sama sekali. Kami pantas mendapatkan hasil imbang," pungkas Koeman.