BolaSkor.com - Barcelona takluk dengan skor 0-1 saat menjamu Rayo Vallecano dalam lanjutan LaLiga 2021-2022 di Camp Nou, Senin (25/4) dini hari WIB. Sang pelatih, Xavi Hernandez bertanggung jawab penuh akan hasil ini.

Barcelona butuh kemenangan untuk menjaga peluang juara. Hal itu direspons Xavi dengan menurunkan formasi menyerang sejak awal laga.

Namun kecerobohan lini pertahanan membuat Barcelona kebobolan terlalu dini. Rayo Vallecano membungkam publik tuan rumah lewat gol Alvaro Garcia Rivera.

Baca Juga:

Hasil Pertandingan: Barcelona Keok di Camp Nou, Milan Menang Dramatis

9 Fakta Menarik dari Kekalahan Mengejutkan Barcelona atas Rayo Vallecano

Arsenal Gigit Jari, Gabriel Jesus Maunya ke Barcelona

Kebobolan gol cepat membuat para pemain Barcelona tertekan. Permainan Frenkie de Jong mulai terganggu.

Apalagi Rayo Vallecano langsung tampil bertahan untuk mempertahankan keunggulannya. Kondisi ini membuat Barcelona semakin sulit mencetak gol balasan.

Meski sempat memiliki sejumlah peluang emas, Barcelona akhirnya tetap tak mampu menyamakan kedudukan. Tiga poin pun hilang begitu saja.

Ini menjadi kekalahan kandang ketiga secara beruntun yang dialami Barcelona di semua kompetisi. Motivasi para pemain pun mulai dipertanyakan.

Meski begitu, Xavi enggan menyalahkan anak-anak asuhnya. Ia menganggap hasil minor ini adalah kesalahannya.

"Hari ini saya melakukan kesalahan sebagai pelatih. Saya tidak berhasil memotivasi para pemain saya," kata Xavi pada sesi jumpa pers usai laga.

"Saya memahami kritik dan kami semua harus disalahkan. Namun orang yang paling bertanggung jawab sebagai pelatih adalah saya."

Barcelona sempat mengalami kemajuan signifikan sejak Xavi ditunjuk sebagai pelatih. Blaugrana bahkan sempat terkalahkan dalam 15 laga beruntun.

Namun Barcelona seperti era Ronald Koeman seperti kembali lagi. Hal ini turut mengundang perhatian dari Xavi.

Saya datang ke sini dan menyadarinya. Saya dapat mengatakan apa yang telah saya lakukan salah, bukan apa yang telah dilakukan orang lain... itu tidak sopan," tambahnya.

"Saya marah, kesal, kesal, kecewa karena sebuah kesempatan emas telah hilang. Kami berada dalam periode yang rumit dan kami harus sangat bersatu."