BolaSkor.com - Rumor pemecatan Ronald Koeman dari kursi pelatih Barcelona mulai kencang terdengar. Sejumlah nama calon kandidat pengganti juga sudah meramaikan pemberitaan.

Posisi Koeman memang kian terancam usai Barcelona bermain imbang 1-1 saat menjamu Granada dalam lanjutan LaLiga 2021-2022, Selasa (21/9) dini hari WIB. Itu merupakan kali kedua secara beruntun, Blaugrana gagal meraih kemenangan di Camp Nou.

Tren buruk ini membuat petinggi Barcelona mulai gerah. Pergantian pelatih pun menjadi solusi yang diapungkan untuk keluar dari situasi sulit ini.

Baca Juga:

Barcelona 1-1 Granada: Satu Gol Blaugrana dari 78 Persen Penguasaan Bola

Ancaman Pemecatan Mulai Hantui Ronald Koeman

Barcelona Gagal Menang, Koeman Minta Fans Lupakan Kejayaan Masa Lalu

Ronald Koeman

Nasib Koeman kabarnya akan ditentukan dalam sepekan ke depan. Dalam periode tersebut, Barcelona akan menjalani dua laga kontra Cadiz dan Levante.

Koeman tentu harus menyapu bersih dua laga tersebut dengan kemenangan. Jika tidak, ia bisa kehilangan pekerjaan.

Nama Xavi Hernandez menjadi favorit utama untuk menggantikan Koeman. Selain berstatus legenda klub, yang bersangkutan juga sudah mengetahui filosofi permainan Barcelona.

Masalahnya, Xavi masih terikat kontrak dengan Al-Sadd hingga 2023 mendatang. Itu membuat Barcelona harus menyiapkan biaya kompensasi untuk memakai jasanya.

Dengan kondisi finansial yang belum stabil, Barcelona akan kesulitan membajak Xavi. Opsi terbaik adalah menunjuk pelatih yang berstatus tanpa klub.

Dari sini kemudian muncul dua kandidat lain yang berasal dari Italia. Sosok yang dimaksud adalah Andrea Pirlo dan Antonio Conte.

Antonio Conte dan Andrea Pirlo

Menurut laporan media-media Spanyol, petinggi Barcelona mempertimbangkan secara serius opsi ini. Pirlo dan Conte dinilai bisa memaksimalkan potensi Memphis Depay dan kawan-kawan.

Pirlo dan Conte kini memang tengah menganggur. Musim lalu keduanya menangani Juventus dan Inter Milan.

Namun ketertarikan Barcelona dengan pelatih asal Italia cukup mengherankan. El Barca selama bertahun-tahun lamanya berkiblat dengan gaya Total Football khas Belanda.

Sementara filosofi sepak bola Italia lebih kental dengan permainan bertahan. Barcelona seolah ingin keluar jalur dari tradisi mereka sendiri.

Meski begitu, Pirlo dan Conte dikenal memiliki filosofi permainan yang lebih modern. Keduanya berani bermain menyerang meski tak melupakan pentingnya pertahanan yang solid.

Menarik ditunggu keberanian Barcelona untuk menunjuk salah satu dari kedua sosok tersebut. Ini bisa menjadi perjudian besar dalam masa kepemimpinan kedua Joan Laporta.